Ini Keuntungan Konversi Kendaraan Listrik, Mulai Tambah Tenaga hingga Hemat Energi

  • Whatsapp
Ilustrasi sepeda motor listrik/ist

NASIONAL, FABERTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan adanya konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik mampu meningkatkan performa mesin dan menghemat konsumsi energi. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang beralih pada kendaraan masa depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM Dadan Rusdiana menuturkan, secara konsumsi energi atau bahan bakar minyak (BBM) kendaraan listrik dapat menghemat sebesar Rp125 ribu per bulan. Penghematan tersebut untuk kendaraan jenis motor bebek dengan kapasitas mesin 100 cc.

Bacaan Lainnya

Sedangkan dari sisi tenaga yang dihasilkan, berdasarkan dyno test yang dilakukan Kementerian ESDM juga menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Untuk motor jenis misalkan Honda merek Revo termasuk yang di sini powernya 4,5 horse power (tenaga kuda) kemudian setelah dilakukan konversi naik jadi 5,4. Memang tenaga yang 4,5 ini dari kondisinya motor yang sudah habis masa nilainya, sudah berusaha enam hingga tujuh tahun,” kata Dadan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Menurut dia, proyek pengembangan konversi kendaraan listrik akan terus dilakukan pemerintah. Di mana saat ini telah diterbitkan peta jalan (roadmap) mengenai industri kendaraan listrik.

Berdasarkan roadmap yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian diproyeksi Indonesia mampu menghasilkan kendaraan listrik sebanyak 13 juta unit pada tahun 2030. Sedangkan di tahun 2025, industri dalam negeri mampu memproduksi 2,1 kendaraan listrik.

“Kami mengawali dari motor-motor dinas di Kementerian ESDM dalam rangka percepatan penerapan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan,” kata dia.

Dadan menambahkan, saat ini proses pengembangan masih terus dilakukan dengan melibatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terdekat. Selain itu, agar proyek tersebut dapat menggerakkan ekonomi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang otomotif juga terlibat dalam koversi kendaraan listrik.

“Jadi ada 108 unit yang akan dilakukan secara bertahap sampai akhir November 2021 untuk dilakukan konversinya dan konversinya akan dilakukan melibatkan SMK terdekat termasuk juga UKM yang berada di sekitar kantor,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *