Ini Syarat Terbaru Terbang di Bandara Depati Amir, GeNose Tak Berlaku Lagi

  • Whatsapp
Ilustrasi/Foto: Januar/Faberta

BANGKA BELITUNG, FABERTA — Masih dalam kondisi penerapan PPKM Darurat di Jawa-Bali hingga 20 Juli 2021, berbagai daerah termasuk Provinsi Bangka Belitung mulai memberlakukan sejumlah aturan yang wajib dipenuhi oleh calon penumpang di berbagai moda transportasi, mulai jalur udara maupun laut.

Hal tersebut dinilai sebagai upaya menekan angka kasus Covid-19 yang sebarannya akhir-akhir ini melonjak tajam.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Sekertaris Satgas Penanganan Covid-29 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa mengatakan, bagi pelaku perjalanan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin pertama) dan surat keterangan negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam.

Sedangkan, bagi calon penumpang dengan tujuan Pulau Belitung dan Palembang cukup menunjukkan kartu vaksin (minimal tahap pertama) dan hasil negatif antigen 1×24 jam.

“Efek PPKM Darurat yang ada di Jawa-Bali berakibat kepada pergerakan pembatasan keberangkatan orang-orang melalui bandara maupun pelabuhan,” kata Mikron saat dikonfirmasi Faktaberita.co.id, Senin (5/7/2021).

“Jadi efeknya itu kita harus mengikuti ketentuan dari pusat salah satunya apabila ke Jawa atau Bali kita harus menggunakan Swab PCR yang masa berlakunya 2×24 jam dan sertifikasi vaksin minimal tahap pertama. untuk ke Belitung dan Palembang hanya swab antigen RBT yang masa berlakunya 1X24 jam dan juga vaksin tahap pertama,” sambungnya.

Selain itu, Mikron juga menjelaskan, sesuai aturan dari pusat, layanan GeNose untuk sementara tidak lagi menjadi syarat berpergian. “Dalam SE tersebut mengatakan bahwa penggunaan genose tidak diberlakukan kembali sebagai syarat perjalanan,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *