Inovasi Pelayanan Publik PN Pangkalpinang dapat Apresiasi Ombudsman

  • Whatsapp

PANGKALPINANG, FABERTA — Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) Kepulauan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy menghadiri Launching Lima Inovasi Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada Senin (28/6/2021).

Acara launching sekaligus tasyakuran kenaikan kelas IA Pengadilan Negeri Pangkalpinang serta peresmian Mushala Al-Adl tersebut turut dihadiri Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI, Ketua Pengadilan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung serta Forkopimda Kota Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Victor Togi Rumahorbo menyampaikan rasa syukurnya atas kenaikan kelas yang diperoleh Pengadilan Negeri Pangkalpinang dari Kelas IB menjadi Kelas IA dan 5 (Lima) Inovasi Pelayanan Pengadilan Negeri Pangkalpinang serta peresmian Musala Al- Adl.

“Saya mewakili seluruh jajaran Pengadilan Negeri Pangkalpinang bersyukur atas capaian ini, semoga predikat ini bisa kami buktikan dengan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Kelima inovasi pengadilan negeri yang diperkenalkan tersebut yaitu yang pertama LANTIK (Layanan Center Publik), kedua PETALING (PTSP Keliling), ketiga PELIHARA PUTUSAN (Penyerahan Petikan dan Salinan Putusan Pada Hari Pengucapan), ke empat E-SUKA (Elektronik Surat Kuasa), dan yang terakhir PENGALAMAN (Pengadilan Dalam Genggaman).

Semua Inovasi ini diharapkan Victor Togi dapat mempermudah masyarakat memperoleh layanan Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepulauan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Victor beserta jajaran atas capaian yang telah diraih dan mengapresiasi inovasi yang dilakukan dalam peningkatan pelayanan publik di Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

“Saya ucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi saya atas inovasi pelayanan yang dilakukan Pengadilan Negeri Pangkalpinang karena untuk melahirkan inovasi membutuhkan kreativitas pemikiran yang sekarang merupakan barang langka, terlebih lagi ditubuh birokrasi,” ucapnya.

Pada sisi lain inovasi, kata Yozar, dipercaya juga dapat membawa manfaat bagi institusi penyelenggara pelayanan publik itu sendiri, dimana inovasi akan mendorong perubahan pada lahirnya lembaga birokrasi yang lebih luwes dan adaptif. Bukan lembaga yang kaku serta cenderung kepada status quo,” ujarnya

Yozar juga menegaskan bahwa inovasi yang sudah ada ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level output atau luaran yang bersifat jangka pendek. Namun akan mendorong manfaat yang lebih luas lagi.

“Melahirkan inovasi adalah sebuah pekerjaan besar dan memeliharanya adalah pekerjaan besar yang lain. Ombudsman siap bekerjasama dan bersama pula kita terus tingkatkan pelayanan publik tanpa Maladministrasi,” Tutup Yozar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *