SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) adalah platform resmi dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang menyediakan data harga dan ketersediaan bahan pokok secara nasional. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data oleh pemerintah pusat dan daerah, serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat.
Terkait dengan program pengendalian inflasi yang merupakan upaya nasional yang memerlukan sinergi lintas kementerian dan melibatkan pemerintah daerah guna optimalnya pencapaian program, Inspektorat Daerah Kabupaten Bangka Barat hadir berkomitmen berkontribusi melaksanakan monitoring pemantauan harga yang menjadi bagian tugas pokok dan fungsinya selaku APIP Daerah. Hal ini terlihat dalam inputan harian monitoring pemantauan harga oleh APIP pada website https://wasinflasi.kemendagri.go.id menu dashboard field record Data Laporan Harian yang berstatus submitted atau dilaporkan rutin setiap hari (Senin-Jumat) 5 kali dalam sepekan atau 20-22 hari dalam setiap bulan menyesuaikan dengan kondisi jumlah hari dalam bulan yang berjalan.
Fungsi Utama Wasinflasi mencatat dan melaporkan kegiatan harian pengendalian inflasi oleh Pemda, memudahkan dalam memantau pergerakan harga komoditas strategis secara harian selain menjadi basis data real-time bagi pengambilan keputusan di tingkat pusat serta diharapkan optimal dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja Pemda dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Dengan demikian, upaya sinergi lintas kementeriaan dan pemerintah daerah dalam hal ini peran APIP Daerah (Inspektorat Daerah Kabupaten Bangka Barat) yang melakukan penginputan rutin harian Data Laporan Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok pada website https://wasinflasi.kemendagri.go.id diharapkan mampu mendorong respon cepat terhadap gejolak harga, menjamin keterbukaan dan transparansi kebijakan daerah, memperkuat sinergi pusat-daerah serta mampu menjadi alat evaluasi kinerja Kepala Daerah dalam rangka mendukung pengawasan dan pengendalian inflasi secara nasional dan terintegrasi.
Penulis : Deddy Rusdian (Mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Administrasi Publik
Institut Pahlawan Dua Belas)



















