Isyak Meirobie Ingin Majukan Pariwisata Belitung Lewat Destinasi Wisata Sejarah

  • Whatsapp
Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie disambut langsung oleh Kik Johar selaku Keturuan Raja Badau yang ke-X saat mengunjungi Museum Badau, Kecamatan Badau, Jum'at (25/6/2021) tadi pagi. (Foto: istimewa)

BADAU, FABERTA — Wakil Bupati Kabupaten Belitung Isyak Meirobie melakukan kunjungan ke Museum Badau yang berada di Kecamatan Badau, Jum’at (25/6/2021) tadi pagi. Kali ini, orang nomor dua di Belitung tersebut disambut langsung oleh Kik Johar selaku Keturuan Raja Badau yang ke-X.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan memperkenalkan Kerajaan Badau (Museum Badau) ke khalayak ramai untuk memajukan potensi pariwisata di Belitung.

Bacaan Lainnya

Lanjut ia mengatakan, Pemkab Belitung akan terus berupaya memajukan sektor pariwisata berbasis destinasi wisata sejarah. Salah satunya meningkatkan sarana dan prasarana Museum Badau dengan mengupayakan rumah adat Belitung.

“Pembuatan rumah adat Belitung ini akan digunakan oleh Raja Badau beraktivitas dan menjadi simbol budaya di Kecamatan Badau,” kata Wabup Isyak, Jum’at (25/6/2021).

Tak hanya itu, keseriusan Isyak Meirobie memajukan potensi pariwisata Belitung ditunjukkan dengan dirinya gencar mempromosikan berbagai objek wisata Belitung melalui platform media sosial maupun lainnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini dirinya masih menargetkan wisatawan lokal ataupun antar pulau. Kendati demikian, hal ini juga menjadi sebuah upaya persiapan ketika pandemi berakhir, pariwisata Belitung sudah benar-benar siap menerima kunjungan wisatawan dalam jumlah besar.

Isyak berharap majunya pariwisata Belitung ke depan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini persiapan kalau nanti pandemi mulai berakhir, mulai mereda dan wisatawan sudah berani datang dalam jumlah besar sekaligus memastikan roda ekonomi lokal berputar,” katanya di lain kesempatan.

Di lain sisi, kik Johar selaku keturunan Raja Badau ke-X berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa tiga tenaga kerja yang dapat diperbantukan di Museum Badau. (Faberta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *