IUP PT. Timah Dijarah, 3 Alat Berat dan 801 Kilogram Timah Berhasil Diamankan

  • Whatsapp
Alat berat yang diamankan timgab saat operasi. (Ist)

BANGKA, FABERTA — Sebanyak empat orang pekerja tambang ilegal dan 21 karung berisikan timah basah seberat 801 kilo gram berhasil diamankan Tim Gabungan (Timgab) di Dusun Bedukang, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka pada Selasa (24/8/2021) kemarin.

Kegiatan Tambang Ilegal (TI) yang diduga milik Amuk Perot (AP) tersebut ditertibkan dikarenakan wilayah tersebut masuk dalam Konsesi Izin Usaha Penambangan (IUP) darat milik PT. Timah dan kawasan Hutan Produksi (HP)

Salah satu pekerja tambang yang turut diamankan Timgab yakni Tezen alias Tarmizi (27) warga Desa Pugul, Kecamatan Riau Silip. pekerja tambang itu mengaku dirinya ikut diamankan bersama dengan tiga teman lainnya.

“Kami ini cuma ‘ngereman’ cuma pekeja harian pak disini, kami tidak tau apa-apa langsung dibawa,” kata Tarmizi saat ditemui di Mapolres Bangka, Selasa (24/8/2021) pukul 20.15 WIB.

Tarmizi mengaku, kegiatan penambangan ilegal tempat dirinya bekerja merupakan milik AP warga Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.

“Tambang itu punya AP pak, namun tadi beliau tidak kelihatan kemana, begitupun alat berat hari ini juga tidak bekerja. Kalau ditempat kami ada tiga unit alat berat yang bekerja,” ujar Tarmizi

Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ayu Kusuma Ningrum mengatakan kalau kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan masih diambil keterangan beberapa saksi.

“Ini lagi diambil keterangan dulu, yang jelas sudah diserahkan oleh PT Timah ke Polres Bangka,”ucapnya.

Saat di tanyakan apakah alat tersebut juga akan diamankan. Menurut Mantan Kasat Narkoba Polres Bangka itu pihaknya sudah melakukan police line dan selajutnya akan dibawa.

“Untuk alat berat sudah kita berikan garis polisi dan segera kita bawa ke Polres guna proses lebih lanjut.

Kepada Sejumlah Wartawan GM PT. Timah, Robertus Bambang Susilo mengatakan bahwa wilayah yang digarap penambangan ilegal tersebut merupakan wilayah aset PT. Timah yang wajib diamankan karena biji timah didalamnya harus dikelola oleh PT. Timah.

“Penertiban ini merupakan patroli rutin kami dimana kami selaku pihak PT Timah wajib mengamankan IUP kami yang dijarah penambang ilegal yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Robertus.

Bahkan, kata Robertus, Pihak juga sudah melaporkan dugaan intimidasi yang didapatkan karyawannya dari salah satu oknum anggota berambut cepak ke instansi terkait untuk ditelusuri dan ditindak tegas sesuai prosedur.

“Sudah kita laporkan, apabila sudah ada bukti yang cukup, kami minta agar dapat ditindak sesuai hukum dan jalurnya oleh institusi terkait,” ungkapnya.

Sementara Komandan Korem 045/Gaya Brigjen TNI M Jangkung Widyanto, S.I.P., M.Tr.(Han), melalui Kasi Intel Korem 045/Gaya Kolonel Inf. Dikdik Sadikin menjelaskan telah menerima informasi adanya peran aparat dibalik aktifitas ilegal di IUP PT. Timah Dusun Bedukang.

“Pastinya TNI akan mendalami informasi ini, dan akan berkoordinasi dan melaporkan persoalan ini ke pimpinan. setiap satuan yang anggotanya diduga terlibat, kami akan dengan profesional dengan menindaklanjuti informasi dugaan adanya oknum aparat yang terlibat,” terangnya

Ia juga mengatakan akan berkoordinasi terkait tindakan apa, aturan, dan sanksi apa yang akan diberikan apabila terbukti serta indikasi–indikasi yang membenarkan adanya oknum anggota yang terlibat di tambang ilegal di IUP PT. Timah tersebut.

”Pimpinan kami sudah mengintruksikan agar menindak tegas sesuai etik dan prosedur setiap oknum satuan apabila terbukti berada dibalik kegiatan ilegal ini, apalagi sampai mengancam dan bertindak arogan terhadap karyawan atau petugas yang sah,” tegasnya. (TB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *