NASIONAL, FABERTA — Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Anne Patricia Sutanto mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah. Sebab, dengan adanya penerapan protokol kesehatan mampu meningkatkan kepercayaan pembeli atau buyers dari luar negeri.
Kata Anne, kondisi tersebut mampu menggairahkan kembali industri dalam negeri lantaran adanya potensi peningkatan penjual.
“Misalnya di perusahaan kami, selama pandemi, kami justru menambah karyawan hingga 3.000 orang. Hal ini merupakan wujud nyata dari konsistensi dari pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian dalam memberikan perhatian kepada sektor industri,” kata Anne melalui keterangannya, Minggu (22/8/2021).
Menurutnya, sebagai industri padat karya di mana produksinya sangat membutuhkan interaksi banyak orang, penerapan protokol kesehatan menjadi sangat penting untuk menjaga keselamatan kerja. Perseroan pun sangat berkomitmen menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.
Anne optimistis, ketika semua kebijakan telah diterapkan perseroan dengan baik maka akan memacu kinerja sektor industri.
“Sebab kami berkomitmen kepada pasar dunia, semua produk made in Indonesia dari kami bisa dikirim secara on time selama masa pandemi. Hal ini bisa terjaga kalau kita juga bisa memastikan kesehatan karyawan,” kata dia.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan Pan Brothers yang dirilis baru-baru ini, perseroan mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 4 persen menjadi USD126,2 juta pada kuartal I-2021 dibandingkan dengan kuartal I-2020.
Hal ini sebagian besar didorong oleh dukungan dan kepercayaan dari pembeli dan pemasok yang telah bersedia membantu perseroan mengelola kebutuhan modal kerja untuk memastikan kegiatan operasional dapat terus berjalan lancar tanpa pengurangan karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK).
Berdasarkan kapasitas terpasang dengan jumlah tenaga kerja per 31 Desember 2020 sebanyak 30.508 karyawan. Kemudian per 31 Maret 2021 bertambah menjadi 31.473 karyawan dan pada tanggal 30 Juni 2021 karyawannya mencapai 32.825 orang di 25 pabrik di seluruh Indonesia.



















