Kajari Bangka Barat Ingatkan Kontraktor Jangan Main-Main, Proyek Dermaga 2 Harus Tepat Waktu dan Berkualitas

FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Rencana pembangunan Dermaga 2 di Pelabuhan Tanjung Kalian mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka Barat. Proyek strategis yang digagas bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi kemacetan dan antrean panjang kendaraan maupun penumpang yang selama ini kerap terjadi di jalur penyeberangan Bangka-Sumatra.

Dukungan tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Barat, Ahmad Patoni, SH, MH, saat menghadiri kegiatan pemaparan rencana pembangunan Dermaga 2 bersama jajaran Forkopimda dan pihak ASDP.

Bacaan Lainnya

Menurut Ahmad Patoni, pembangunan dermaga baru merupakan kabar baik yang telah lama dinantikan masyarakat Bangka Barat. Kehadiran fasilitas tambahan tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan, terutama saat menghadapi lonjakan penumpang pada musim mudik Lebaran maupun libur Natal dan Tahun Baru.

“Minimal ke depan, dalam situasi hari-hari besar seperti Idulfitri maupun Tahun Baru, ini bisa mengurangi kemacetan atau penumpukan penumpang yang menyeberang dari Bangka Barat ke Sumatra Selatan,” ujar Ahmad Patoni.

Meski mengapresiasi perencanaan yang telah dipaparkan, Kajari Bangka Barat mengingatkan pihak kontraktor dan pelaksana proyek agar benar-benar memperhitungkan berbagai kendala teknis yang berpotensi muncul selama proses pembangunan.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kondisi cuaca di Bangka Barat yang dalam beberapa pekan terakhir dinilai cukup ekstrem dan sulit diprediksi.

“Saya melihat satu-dua minggu ini situasi suhu di Bangka Barat tidak menentu. Kadang panasnya minta ampun, dan kadang hujan. Proses pengerjaan harus memperhitungkan kendala-kendala di lapangan seperti ini,” tegasnya.

Menurutnya, perencanaan yang matang harus dibarengi dengan kemampuan pelaksana proyek dalam mengantisipasi berbagai kondisi lapangan agar target penyelesaian pekerjaan tetap dapat tercapai sesuai jadwal.

Pos terkait