Kejagung RI Sita Aset PT RBT dan 4 Smelter Terkait Kasus Komoditas Timah di Babel

FAKTA BERITA – Tim Penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia bersama Tim Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Republik Indonesia melakukan aksi penyitaan aset di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada hari Senin (22/4/2024).

 

Menurut Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Dr. Ketut Sumedana, tim penyidik berhasil menyita aset PT RBT di Kabupaten Bangka, termasuk alat berat dan alat pemurnian biji timah. Penyitaan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022.

 

Dr. Ketut Sumedana menegaskan bahwa tindakan penyitaan tersebut merupakan kelanjutan dari penyelidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini tengah ditangani oleh kejaksaan.

 

“Proses penyitaan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperdalam kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti lainnya,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, pada hari Minggu (21/04), tim Jampidsus Kejagung RI juga telah melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap empat smelter lainnya yang terkait dengan kasus yang sama.

 

Selain itu, sejumlah alat berat, termasuk 51 unit excavator dan 3 unit bulldozer, turut disita dalam operasi tersebut.

 

“Penyitaan ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga merugikan negara sebesar 271 miliar rupiah dalam tata niaga komoditas timah di IUP PT Timah Tbk dari tahun 2015 hingga 2022,” jelas Sumedana.

 

Berikut adalah detail aset yang berhasil disita oleh tim Jampidsus Kejagung RI:

A. Smelter CV VIP: 1 bidang tanah dengan luas 10.500 m2

B. Smelter PT SIP: Beberapa bidang tanah dengan total luas 85.863 m2

C. Smelter PT TI: Beberapa bidang tanah dengan total luas 84.660 m2

D. Smelter PT SBS: Beberapa bidang tanah dengan total luas 57.825 m2

E. Alat berat: 51 unit excavator dan 3 unit bulldozer

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *