FAKTA BERITA,BANGKA BARAT – Penanganan kasus penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area perkebunan kelapa sawit di Desa Bulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, terus berkembang. Sejumlah temuan pada tubuh korban membuat pihak kepolisian memutuskan untuk melakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Korban yang sebelumnya dievakuasi dari lokasi kejadian langsung dibawa oleh Tim Inafis Polres Bangka Barat ke Puskesmas Kelapa untuk menjalani pemeriksaan awal. Dari hasil identifikasi tersebut, petugas menemukan beberapa kejanggalan yang memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui pemeriksaan forensik.
Pada tubuh korban ditemukan memar di bagian dada sebelah kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul. Selain itu, terdapat luka gores pada telapak kaki serta luka lecet pada beberapa jari korban. Temuan tersebut menimbulkan dugaan bahwa kematian korban tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kasus bunuh diri.
Guna mengungkap penyebab kematian secara ilmiah dan objektif, penyidik memandang perlu dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Setelah pemeriksaan awal di Puskesmas Kelapa, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sejiran Setason Mentok. Namun, setelah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, diketahui bahwa fasilitas dan tenaga dokter spesialis forensik yang dibutuhkan untuk pelaksanaan autopsi belum tersedia di rumah sakit tersebut.
Untuk melanjutkan proses penyelidikan, pihak kepolisian kemudian menghubungi keluarga korban yang berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Setelah mendapatkan penjelasan dari penyidik mengenai pentingnya pemeriksaan forensik, keluarga korban akhirnya memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi.



















