Kementerian ESDM Proyeksikan 108 Sepeda Motor Jadi Kendaraan Listrik 

  • Whatsapp
Kementerian ESDM melaunching pilot project program konversi sepeda motor penggerak BBM menjadi motor listrik pada Rabu (18/8/2021). (Sumber foto: www.esdm.go.id/ist)

NASIONAL, FABERTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan riset untuk konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik. Diproyeksikan sebanyak 108 sepeda motor dengan jenis bebek akan menjadi proyek uji coba hingga bulan November 2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM Dadan Rusdiana menjelaskan, saat ini proses pengembangan masih terus dilakukan dengan melibatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terdekat. Selain itu, agar proyek tersebut dapat menggerakkan ekonomi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang otomotif juga terlibat dalam koversi kendaraan listrik.

Bacaan Lainnya

“Jadi ada 108 unit yang akan dilakukan secara bertahap sampai akhir November 2021 untuk dilakukan konversinya dan konversinya akan dilakukan melibatkan SMK terdekat termasuk juga UKM yang berada di sekitar kantor,” kata Dadan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Menurutnya, proses pengembangan kendaraan listrik yang tengah dilakukan merupakan bagian dari peta jalan industri kendaraan listrik yang telah disusun pemerintah. Dalam peta jalan itu, ditargetkan dapat memproduksi sebanyak 13 juta unit di tahun 2030.

Sedangkan pada tahun 2025, kata Dadan, produksi telah menyentuh angka 2,1 juta unit. “Ini berdasarkan roadmap Kementerian Perindustrian. Banyak manfaat jika program ini dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan, untuk sementara waktu proses pengembangan baru dapat dilakukan pada jenis motor beberk otomatis (metic) maupun manual. Sementara itu, motor dengan jenis sport masih belum dapat dikonversi lantaran minimnya teknologi yang dimiliki.

Untuk keuntungan dari konversi kendaraan listrik pada kelas motor bebek dapat menghemat konsumsi bahan bakar minyak sebanyak Rp125 ribu setiap bulannya. “Kami belum melakukan kepada motor yang disebutnya sebagai motor laki-laki (sport) belum bisa dilakukan, di sini sementara waktu adalah kelas motor bebek,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *