Ketua Komisi II DPRD Babel Tinjau Pengolahan Ikan Teri di Desa Air Nyatoh

  • Whatsapp

SIMPANG TERITIP, FABERTA — Desa Air Nyatoh, Kecamatan Simpang Teritip memiliki kekayaan dan potensi lokal sektor kelautan, salah satunya ikan bilis atau ikan teri. Potensi ini mendapat perhatian serius dari Komisi II DPRD Bangka Belitung (Babel).

Ikan bilis atau ikan teri sendiri merupakan komoditi produk makanan olahan yang kaya akan gizi dan protein dan baik untuk kesehatan.

Saat Ketua Komisi II DPRD Babel, Adet Mastur berkunjung dan melihat langsung proses penjemuran dan pengolahan ikan teri di sekitar wilayah tempat wisata Pantai Seribu Bagan, nampak para ibu-ibu rumah tangga dengan teliti mengolah dan memilih ikan teri yang telah kering untuk dikemas kedalam kantong plastik dan siap untuk dijual.

Melihat hal tersebut, legislator dari fraksi PDI-P itu dengan sikap ramah menghampiri dan menyempatkan berbincang-bincang dengan para ibu-ibu nelayan yang sedang mengolah ikan teri yang sebelumnya sudah di olah dan telah kering untuk siap di kemas kedalam kantong-kantong plastik yang akan di jual.

Ikan teri tersebut di jual dengan harga kisaran Rp 15.000 hingga puluhan ribu per kilogram. Para ibu-ibu tersebut merupakan para pekerja yang di bayar Rp 60 ribu per hari.

“Komoditi andalan Desa Air Nyatoh ini sangat potensial, marketnya sudah sampai dikirim ke Palembang,” ucap Adet.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *