Kolam Retensi Terak-Pedindang Diharap Jadi Solusi Atasi Banjir di Kota Pangkalpinang

PANGKALPINANG, FAKTABERITA — Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang, mengapresiasi pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung, membangun kolam retensi Terang-Pedindang, yang diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi banjir di Kota Pangkalpinang.

“Terkait rencana pembangunan kolam retensi Terak-Pedindang, kami pandang hal yang positif. Karena kegiatan itu akan berdampak pada penanganan banjir di Kota Pangkalpinang,”kata Ketua Fraksi PKS DPRD Pangkalpinang, Arnadi. Rabu, (25/1/2023).

Tak hanya itu, kolam Retensi Terak-Pedindang memiliki banyak manfaat. Salah satunya mampu mereduksi banjir hingga 69% di Wilayah Kota Pangkalpinang yang selama ini kerap melanda.

Maka dengan itu, kata Arnadi, pembangunan kolam retensi memang harus dibangun, karena wilayah tersebut merupakan wilayah hulu sungai yg ada di Kota Pangkalpinang.

“Sebenarnya hal ini bukan hal yang baru, karena sejak banjir besar melanda Pangkalpinang Tahun 2016 lalu, kemudian di buat desain rencana penanganan banjir di Kota Pangkalpinang,”ucapnya.

Lanjut Arnadi, pada awal tahun 2020 lalu, Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas PUPR dan Komisi 3 DPRD Kota Pangkalpinang, sudah dipaparkan kementrian PU terkait rencana tersebut.

” Pada paparan itu dijelaskan Hulu Pedindang, hulu Sungai Rangkui di Kace, sampai Ketapang akan di tutup dengan pintu air di Ketapang, yang rencananya menjadi kewenangan pusat termasuk di teluk Bayur,”ujarnya.

Arnadi berharap, melalui pembangunan kolam retensi Terak-Pedindang dapat mengurangi masalah banjir di Kota Pangkalpinang.

“Mudah mudahan rencana tersebut yang diawali dengan kolam retensi Terak-Pedindang dapat terlaksana segera. Sehingga anggaran APBD menangani saluran saluran kecil seperti lembawai dan sebagainya dapat dilakukan secar maksimal, sehingga betul-betul dapat mengurangi masalah banjir di Kota Pangkalpinang,”katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *