FAKTABERITA, BANGKA — Semangat perubahan dan optimisme masa depan terasa kuat di Kecamatan Belinyu. Badan Pimpinan Wilayah Generasi Emas Indonesia (BPW GESID) Bangka Belitung sukses menyelenggarakan Pelatihan Pemberdayaan Pemuda melalui Budidaya Maggot, sebuah ikhtiar nyata menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan peduli lingkungan.
Kegiatan ini diikuti puluhan pemuda dari berbagai desa dan kelurahan di wilayah Belinyu dan sekitarnya, serta secara resmi dibuka oleh Camat Belinyu. Turut hadir dan memberikan penguatan kebijakan Anggota DPD RI Dapil Bangka Belitung, Ustad Zuhri, Kepala Desa Riding Panjang, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana kegiatan, Suwardian Ramadhan, menegaskan bahwa pelatihan budidaya maggot bukan hanya soal teknik beternak, melainkan tentang membangun mental pemuda yang berani mengambil peran.
“Kami ingin pemuda Belinyu melihat masa depan dari hal-hal sederhana di sekitar mereka. Dari limbah lahir peluang, dari kepedulian lahir kemandirian. Inilah ruh Generasi Emas Indonesia yang ingin GESID bangun,” ungkapnya.
Kehadiran Ustad Zuhri, Anggota DPD RI Dapil Bangka Belitung, menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para peserta. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pemuda mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa melalui inovasi dan kemandirian ekonomi.
“Indonesia tidak kekurangan pemuda, tetapi membutuhkan pemuda yang mau bergerak dan memberi solusi. Apa yang dilakukan GESID Babel hari ini adalah contoh nyata bagaimana pemuda menjawab tantangan zaman dengan karya dan keberanian,” tutur Ustad Zuhri.
Sesi pelatihan teknis diisi oleh dua narasumber praktisi yang telah malang melintang di dunia budidaya maggot, Jumnahdi dan Wanda Pratama. Keduanya memaparkan secara lugas dan aplikatif tentang budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), mulai dari pembuatan kandang, pengelolaan pakan organik, hingga perhitungan ekonomi yang realistis dan berkelanjutan.



















