Komitmen Kesbangpol, DPKO bersama BNNK Basel Bebaskan Pelajar dari Bahaya Narkoba

BANGKA BELITUNG, FAKTABERITA —Kesbangpol Bangka Selatan menggandeng BNNK Basel dan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga menggelar sosialisasi bahaya narkoba guna memutus tali peredaran Narkoba di kalangan pelajar

Kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Aditif (Napza) tersebut diikuti 80 siswa-siswi dari SMA yang ada di Kecamatan Toboali, Minggu (22/10/2023).

Dalam upaya tersebut, Kepala Dinas Kesbangpol Bangka Selatan, Evi Sastra mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk menjaga lingkungan sekolah bebas narkoba dengan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba bagi generasi milenial tersebut.

Kegiatan itu sebagai upaya untuk mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) dalam melaksanakan dan  pemberantasan Narkoba di Kabupaten Bangka Selatan, khususnya di wilayah Toboali.

Menurutnya, generasi muda khususnya para pelajar SMA sebagai generasi penerus cita-cita bangsa harus sejak dini dibekali pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba, karena masa depan bangsa Indonesia ada di tangan generasi muda. Sehingga nantinya tak ada generasi yang terputus akibat narkoba.

“Narkoba ini memiliki dampak yang negatif, salah satunya dapat menurunkan kesadaran, yang berujung pada hilang ingatan dan dapat menimbulkan ketergantungan. Oleh karena itu mari kita sama-sama selamatkan generasi muda agar tidak terjerat oleh barang-barang haram seperti narkoba,” bebernya.

Dalam paparan Kepala BNNK Basel, Eka Agustina mengingatkan bahayanya narkoba pasalnya pemakai narkoba dikabupaten Bangka Selatan cukup tinggi walaupun tingkat barang buktinya yang ringan, namun secara wilayah sudah hampir semua kenal dengan yang namanya Narkoba.

“Terutama kita melihat dari polres, kunjungan ke puskesmas, IPL Rumah sakit.jadi artinya kita dari data itu, wah ternyata Basel ini kita tidak bisa tinggal diam dengan masalah narkoba,” ungkapnya.

Eka mengapresiasi sosialisasi yang diprakarsai oleh kesbangpol dan Dinas Pariwisata,kepemudaan dan olah raga, menurutnya komitmen tersebut harus terus digalakan sejalan dengan kegiatan pencegahan secara rutin dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *