KSPI Minta Pemerintah Waspadai Pekerja Asing di Tanah Air Saat Pandemi

  • Whatsapp
Ilustrasi/Foto: Istimewa

NASIONAL, FABERTA — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah harus lebih waspada menangani migrasi pekerja asing di Tanah Air. Sebab, selama ini pemerintah terlalu lunak terhadap kedatangan pekerja asing meskipun telah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, bahwa pihaknya menemukan tiga hingga empat orang dari 10 pekerja asal Jepang di Indonesia terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Bacaan Lainnya

Hal ini dinilai sangat tinggi lantaran secara persentase tingkat keterpaparan pekerja asing mencapai 30 hingga 40 persen.

“Kami meminta pemerintah untuk benar-benar memperhatikan situasi tenaga kerja asing di Indonesia,” kata Said dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, dari data yang didapatkan KSPI jumlahnya dipastikan bertambah lantaran data yang baru masuk baru pekerja asal Jepang. Sedangkan pekerja lainnya seperti dari China, Korea Selatan dan beberapa negara lain masih dilakukan pendataan.

Untuk sektor industrinya, kata Said, pekerja Jepang yang terkonfirmasi positif Covid-19 bekerja di industri manufaktur seperti otomotif dan komponen otomotif serta elektronik dan komponen elektronik. Dia pun meminta pengawasan di bandara-bandar internasional diperketat.

“Tentang orang Jepang yang kembali ke negaranya bahkan Pemerintah Jepang menyiapkan pesawat komersil maupun yang ditambah regulasi penerbangannya dari Bandara Soekarno-Hatta ke Jepang,” kata dia.

Said menambahkan, ke depan KSPI bakal melakukan pendataan kembali untuk buruh asing yang bekerja di sektor pertambangan. Khusunya tambang nikel di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Apalagi kalau itu adalah pertambangan nikel yang di Morowali tenaga kerja asing asal China yang jumlahnya ribuan itu bisa dipastikan angkanya akan meningkat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *