FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepanjang tahun 2025 hingga minggu pertama Desember telah terealisasi sebesar Rp 1,416 triliun dengan jumlah debitur mencapai 36.107 pelaku usaha, sebagai upaya pemerintah mendorong penguatan permodalan UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Muslim El Hakim Kurniawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif meskipun secara nominal masih sedikit di bawah realisasi tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2025 sampai minggu pertama Desember, KUR di Bangka Belitung terserap sebesar Rp 1,416 triliun dengan 36.107 debitur. Jika dibandingkan tahun 2024, realisasi hingga akhir Desember mencapai Rp 1,62 triliun dengan 35.460 debitur,” kata Muslim. Senin (9/12/2025).
Menurutnya, meski nilai penyaluran tahun ini lebih rendah, jumlah pelaku usaha penerima justru mengalami peningkatan, yang menandakan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.
Dari sisi sektor usaha, penyaluran KUR di Bangka Belitung masih didominasi oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan nilai mencapai Rp 703,39 miliar. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 436,85 miliar, serta sektor industri pengolahan sebesar Rp 45,99 miliar.
“Ini menunjukkan sektor-sektor produktif, khususnya pertanian dan perdagangan, masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan paling banyak membutuhkan akses pembiayaan,” ujarnya.
Namun demikian, Muslim mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala dalam penyaluran KUR di Bangka Belitung. Salah satunya adalah rendahnya pemahaman pelaku usaha terhadap program KUR.



















