Listrik Kerap Padam Saat Ramadhan, Legislator Bangka Tengah Pertanyakan Kinerja PLN

  • Whatsapp
Ketua Komisi II DPRD Bangka Tengah. (Ist)

BANGKA TENGAH, FABERTA — Ketua Komisi II DPRD Bangka Tengah, Edi Purwanto menyampaikan kritiknya kepada Perusahaan Listrik Negara atau PT PLN (Persero). Ia mempertanyakan kenapa selalu ada pemadaman listrik saat bulan Ramadhan.

“PLN inikan perusahaan besar dan profesional, bahkan sudah beroperasi puluhan tahun, namun masih saja tidak mampu mengantisiapasi pemadaman listrik tiap bulan Ramadhan. Persoalan ini bahkan terjadi setiap tahun,”ujarnya, Minggu, (25/4/2021).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, apa-apa saja yang bisa memicu pemadaman listrik, seharusnya bisa diantisipasi oleh pihak PLN sejak lama agar kejadian ini tidak terulang terus-menenerus

“Listrik merupakan kebutuhan penting masyarakat. Jika pasokan listrik terganggu, maka banyak kegiatan masyarakat yang juga ikut terganggu. Terlebih saat bulan suci Ramadan, aktivitas umat Islam pada malam hari hingga subuh meningkat dibanding biasanya,”ucap Edi

Kata dia, bulan suci ini menjadi bulan istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al Qur’an dan ibadah lainnya.

Apalagi, katanya besok anak-anak tingkatan Sekolah Dasar (SD) akan menjalankan ujian sekolah. Dengan Kendala sering matinya listrik, tentu mengganggu persiapan mereka.

“Sangat penting bagi masyarakat untuk bisa beraktivitas serta melaksanakan ibadah puasa dengan lancar, untuk itu PLN harus benar-benar memastikan pasokan listrik aman serta mencegah sedini mungkin terjadinya masalah.

Edi menegaskan, sama sekali tidak mempermasalahkan jika memang faktornya gangguan cuaca, itu tentu bukan faktor yang bisa dikendalikan. Namun, yang ia ingatkan ini dari segi teknisnya. Kalau ada yang diperkirakan bisa memicu pemadaman atau rawan gangguan, secepatnya diperbaiki dan dicegah, jangan malah terjadi terus menerus setiap tahun. (Fsl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *