Luhut Ajak Pemuda Adaptasi Gaya Hidup Rendah Karbon

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali, Luhut Binsar Panjaitan. Ilustrasi/Foto: ist

NASIONAL, FABERTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak para pemuda untuk melakukan gaya hidup yang rendah karbon. Upaya ini dilakukan agar dapat mengurangi risiko perubahan iklim akibat dari meningkatnya gas rumah kaca.

Luhut mengatakan, ancaman pemanasan global dan perubahan iklim begitu terasanya nyata saat ini. Sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk mengurangi potensi risiko tersebut.

Bacaan Lainnya

“Pemuda mudah beradaptasi dan dapat menjadikan gaya hidup rendah karbon dan pilihan karir sebagai bagian dari hidup mereka,” kata Luhut dalam dalam kegitan Climate Leaders Massage secara virtual, Senin (18/10/2021).

Menurutnya, dalam mengatisipasi risiko perubahan iklim semua orang memiliki perannya masing-masing. Dari sisi pemerintah, dilakukan dengan cara mengeluarkan kebijakan dan kegiatan yang ramah lingkungan dan rendah emisi karbon.

Luhut mengatakan, ke depan pemerintah juga akan memberikan peran yang lebih banyak kepada para pemuda agar dapat berkontribusi kepada keberlanjutan alam. Proses pengambilan keputusan pada kebijakan yang akan diambil juga akan diberikan porsi yang lebih banyak untuk pemuda, baik di level lokal, nasional dan global.

“Seperti halnya pemuda yang memiliki pemikiran idealis, inovatif dan connected everywhere. Pemuda perlu menjadi solusi, pemuda pun memiliki peran penting dalam memerankan perubahan iklim,” kata dia.

Di sisi lain, mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu membeberkan prestasi yang ditorehkan Indonesia di mata dunia internasional terkait dengan isu perubahan iklim. Luhut mengklaim, perkembangan deforestasi dan pengurangan kebakaran hutan melampaui negera-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Eropa dan Australia.

“Laju deforestasi juga saya jelaskan, kita dalam beberapa tahun ini punya prestasi yang sangat baik dan mereka juga mengakui pencegahan konversi hutan alam dan lahan gambut hingga 62,6 juta hektare (Ha), pengurangan kebakaran hutan sebesar 82 persen. Sedangkan di beberapa wilayah seperti Amerika, Eropa dan Australia mengalami peningkatan terbesar,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *