BANGKA TENGAH, FABERTA — Dalam rangka melakukan perbandingan terhadap perkembangan dalam memajukan dunia usaha industri kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19, Komisi II DPRD Bangka Tengah melakukan kunjungan kerja ke Galeri Madu Kelulut Pelawan Merah.
Kunjungan ke Galeri Madu Kelulut Pelawan Merah yang berlokasi di jalan Depati Amir, Kota Pangkalpinang, dipimpin oleh Edi Purwanto selaku Ketua Komisi II, didampingi oleh H. Jumrah Toha, Ari Rahmawan,Tasmin Tamsil, Syahran, Apri Panzupi, Darma, serta staf sekretariat DPRDBangka Tengah.
Disambut langsung oleh Mulyono dan Firmansyah selaku owner Galeri Madu Kelulut Pelawan Merah, kedua belah pihak langsung berdiskusi dengan melihat dan mendengar masukan terkait prospek madu kelulut.

Mulyono mengatakan, kalau madu kelulut atau biasa disebut madu pelakat, sangat potensial sekali untuk dibudidayakan karena sangat sesuai dengan kondisi alam yang ada di Kepulauan Bangka Belitung.
“lebah kelulut ini menghasilkan madu, propolis dan Bee Pollen yang bisa dipanen setiap bulan, dan untuk sementara ini Madu Kelulut Pelawan Merah dihasilkan bersumber dari hutan Pelawan yang ada di Kabupaten Bangka Barat,” ucap Mulyono.
Di Galeri Madu Kelulut Pelawan Merah sendiri menyediakan dua jenis varian rasa yaitu rasa pahit dan manis dengan sedikit asam yang merupakan ciri khas madu kelulut, dan semua madu kelulut yang dijual di galeri sudah diturunkan kadar airnya bahkan lebih tinggi dari Standar Nasional Indonesia (SNI).
“SNI 2018 kadar air untuk madu kelulut yaitu maksimal 27,5 persen, sedangkan kadar air madu kelulut lelawan merah kisaran 24-25 persen. Penurunan kadar air pada madu kelulut pelawan merah ini menggunakan tehnik yang sudah disesuaikan dan tidak akan merusak enzim dan zat lainnya yang terkandung di dalam madu, hal ini sudah diuji di laboratorium Sucofindo Jakarta dan laboratorium Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung,” ungkap Mulyono.
Untuk pemasarannya, kata Mulyono, madu kelulut lebih banyak dipasarkan ke toko online, untuk offline juga ada dengan disebar ke berbagai gerai yang ada di Kota Pangkalpinang,” terangnya.
Di Galeri Madu Kelulut Pelawan Merah itu sendiri tersedia kemasan 130 gram, 260 gram dan 1 Kilogram untuk rasa manis dan 250 gram untuk kemasan rasa pahit.
Sementara Ketua Komisi II Edi Purwanto mengucapkan terima kasih atas sambutan dalam kunjungan kerja ini. Ia dan kawan-kawan merasa sangat puas karena bisa menambah pengetahuan terkait pemasaran madu kelulut ini. (Rilis)



















