Maraknya Pelecehan Seksual Anak di Babel, Psikolog: Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Perawatan Mental untuk Korban

  • Whatsapp
Dosen Psikologi, Muhammad Rizki. (Ist)

PANGKALPINANG, FABERTA — Tidak dapat dipungkiri kasus pelecehan seksual terhadap anak dan remaja marak terjadi, tak terkecuali di Kota Pangkalpinang. Terbaru, lebih dari 5 orang menjadi korban sodomi dari ‘Sang Predator Pedofil’

Trauma yang dialami korban pelecehan seksual ini tidak akan hilang begitu saja ketika kasus itu selesai di mata hukum. Pendampingan pasca kejadian justru menjadi atensi serius dari Dosen Psikologi Stikes Abdi Nusa, Muhammad Rizki, M.PSi.

Menurut Muhammad Rizki M.PSi, Psikolog, Dosen Psikologi, korban perlu mendapat pendampingan psikologis agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Pendampingan psikologis wajib dilakukan untuk menghilangkan efek traumatis pada korban, untuk memulihkan kembali kondisi mental korban,” ucap Rizki yang juga mengajar di Universitas Muhamadiyah Bangka Belitung ini, Minggu (25/7/2021).

Dijelaskan Rizki, kekerasan seksual terhadap anak bukan hanya memberikan trauma berkepanjangan, namun juga berdampak pada masalah kesehatan dikemudian hari.

“Biasanya dampak dari trauma akibat kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak itu, antara lain hilangnya kepercayaan anak terhadap orang dewasa, trauma secara seksual, merasa tidak berdaya hingga munculnya stigma negatif,” terang Rizki

Kemudian, lanjut Rizki, secara fisik mungkin tidak ada perubahan apapun pada anak, namun secara psikis bisa menimbulkan ketagihan, trauma, bahkan pelampiasan untuk dendam.

“Bila tidak ditangani serius, kekerasan seksual terhadap anak dapat menimbulkan dampak sosial yang luas di masyarakat, jadi dengan fenomena yang seperti ini, korban-korban pelecehan seksual ini harus segera mendapat perhatian besar dari keluarga maupun pemerintah,” ungkapnya.

Ia juga meminta pihak keluarga jangan merasa malu untuk membawa anak ke psikolog, agar segera mendapatkan penanganan psikis yang lebih intens. (Faisal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *