FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memanggil PT Pertamina untuk membahas akar persoalan ketidakstabilan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang kembali menimbulkan antrian panjang di sejumlah SPBU di Bangka Belitung. Pertemuan berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel pada Rabu (20/11/2025).
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya saat memimpin pertemuan, menegaskan bahwa ketidakpastian pasokan tidak boleh terus dibiarkan karena berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan stabilitas harga di tingkat pengecer.
“Permasalahan ini berulang setiap tahun dan selalu berdampak langsung pada masyarakat. Kami memerlukan penjelasan rinci dan langkah korektif yang terukur agar tidak terjadi lagi pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Didit.
Ia mendorong agar Pertamina mempercepat kajian penambahan tangki timbun sebagai strategi struktural memperkuat ketahanan energi daerah. Menurutnya, wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung membutuhkan cadangan lebih besar untuk mengantisipasi dinamika cuaca dan hambatan distribusi.
“Penambahan tangki timbun bukan sekadar opsional, tapi kebutuhan strategis. Pertamina harus melihat ini sebagai prioritas,” tegasnya.
DPRD juga menekankan perlunya pengawasan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran, serta meminta penyesuaian suplai BBM terkait rencana pengoperasian izin pertambangan rakyat (IPR).
“Jika IPR berjalan, kebutuhan energi sektor ini akan meningkat. Harus ada pemetaan yang terukur dan kemungkinan pembentukan SPBU khusus untuk menampung kebutuhan tersebut,” kata Didit.
Menanggapi hal itu,Sales Branch Manager PT Pertamina (Persero) TBBM Pangkalbalam, Satria Wibowo Wicaksono menjelaskan kondisi pasokan saat ini sudah mengalami stabilisasi. Berdasarkan koordinasi dengan SPBU, antrian yang terjadi masih berada pada skala wajar dan cenderung muncul pada jam sibuk.
“Kami pastikan suplai menuju akhir tahun dalam kondisi aman. Pertalite tersedia sekitar 600 kiloliter per hari, Pertamax 100 kiloliter per hari, dan biosolar 230–250 kiloliter per hari. Untuk Natal dan Tahun Baru juga telah disiapkan penambahan 12–15 persen,” jelas Satria.



















