Memanas! Puluhan Wartawan, Penambang dan Warga Terdampak Terlibat Pertemuan di Kolong Merbuk

  • Whatsapp

KOBA, FABERTA — Kisruh akibat aktivitas tambang ilegal di lahan eks Kobatin yaitu Kolong Merbuk, Pungguk dan Kenari kian meluas. Hal ini terlihat dari pertemuan puluhan wartawan, penambang dan warga terdampak pada Minggu, (2/5/2021).

Sebelumnya, salah satu warga lingkar tambang, Sarikuk (43) menerima informasi dari warga terdampak lainnya yakni Jon (49) bahwa aktivitas di lahan eks kobatin tersebut masih berjalan serta adanya kedatangan organisasi wartawan dari Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Dari informasi tersebut, Sarikuk langsung diajak beberapa warga dari perwakilan tiga kelurahan yakni kelurahan Berok, Koba, dan Simpang Perlang mendatangi para penambang yang saat itu sedang beradu argumen dengan para wartawan.

Pertemuan yang sempat memanas akhirnya mulai reda setelah mendapat arahan dari pihak Polres Bangka Tengah melalui salah satu anggota Satreskrim Hilman.

Pantauan faktaberita.co.id di lapangan, tampak para penambang resah dengan kedatangan para wartawan dari Pangkalpinang dan sempat bersitegang, namun berhasil diredam oleh aparat sembari memberikan arahan kamtibmas.

Hilman dalam arahannya mengimbau kepada siapa saja untuk tidak boleh melakukan aktifitas di kolong eks kobatin ini sebelum mendapatkan surat izin yang jelas.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangka Tengah, AKP Rais Muin menegaskan bahwa sebelum status lahan kobatin tersebut belum dilegalkan ole ESDM, maka pihaknya akan menindak tegas bagi siapa saja yang mencoba melakukan aktivitas penambangan.

“Dalam situasi puasa saat ini, kami sekali lagi menekankan pada semua masyarakat untuk turut menjaga kamtibmas. Mari siapapun, jangan coba untuk kembali beraktifitas, karena jelas yang punya wewenang hanya pihak ESDM,”ucapnya.

Sebelumnya, sempat beredar surat pemberitahuan dari salah satu forum organisasi pers yang meminta kepada para Forkopimda untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspirasi penambang dalam rangka memenuhi kebutuhan lebaran serta meminta untuk memfasilitasi kegiatan penambangan di kolong Merbuk, Pungguk dan Kenari.

Laporan : Fernandes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *