Mengupas Aspek Pendorong dan Penghambat Pengembangan Wisata Pantai Siangau di Teluk Limau

Istimewa

OPINI, FAKTABERITA — Desa Teluk Limau yang berada di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak wisata alam indah nan menakjubkan. Di antaranya adalah Pantai Siangau, Bukit Pala, Pantai Perantau, Batu Balai Putri, dan Pulau Punai.

Tempat-tempat wisata tersebut memiliki karakteristik dan keunikannya sendiri. Pantai Siangau misalnya, yang dipenuhi oleh bebatuan besar, pasir putih serta airnya yang jernih. Dalam pariwisata, tentunya memiliki faktor penghambat dan pendorong pada suatu destinasi wisata, termasuk wisata di Desa Teluk Limau itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap dua informan yang dilakukan oleh para penulis pada Selasa, 31 Mei 2022 lalu, dapat diidentifikasikan beberapa faktor pendorong dan penghambat pengembangan wisata yang ada di Desa Wisata Teluk Limau.

Menurut Pak Rizwan Abdul (informan 1), yang menjadi penghambat pengembangan pariwisata di Desa Teluk Limau ialah organisasi yang bersifat independen. Dalam hal ini, Pokdarwis selaku pengelola pariwisata yang tidak memiliki legalitas (bersifat swadaya) atau bisa dikatakan masih bergerak sendiri, sehingga menghambat pembangunan wisata, baik dalam hal pendanaan maupun hal lainnya.

Terlebih, adanya masalah terkait status kawasan hutan lindung pada wisata Pantai Siangau dan keterbatasan dalam berkegiatan di dalamnya karena belum adanya perizinan dan proses mengurus perizinan yang akan memakan waktu sangat lama, mengakibatkan kakunya gerak pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata tersebut.

Dikatakan bahwa akses jalan di beberapa tempat wisata masih kurang bagus, salah satunya adalah akses jalan menuju Bukit Pala yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Pun, jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat kota Pangkalpinang turut menjadi faktor penghambat pengembangan pariwisata di Desa Teluk Limau.

Selain faktor penghambat, Pak Rizwan juga menyebutkan beberapa faktor pendorong pengembangan pariwisata di Desa Teluk Limau, antara lain beberapa akses jalan yang sudah bagus seperti jalan menuju Pantai Siangau dan Pantai Perantau yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Pun, fasilitas yang ada di tempat wisata ini cukup lengkap seperti gazebo, wc, dan warung/toko. Dia juga mengatakan bahwa tingkat keamanan di tempat wisata cukup baik karena adanya pengawasan oleh pihak desa dan penduduk yang ada di sekitarnya.

Pada informan 2 yang bernama Hari Prasetya, selaku ketua Pokdarwis (kelompok sadar wisata) mengatakan bahwa Desa Teluk Limau ini memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai Desa Wisata yang mana memiliki beberapa tempat wisata seperti Pantai Siangau, Bukit Pala, Pantai Perantau, Batu Balai Putri, serta Pulau Punai.

Dikatakan bahwa faktor pendorong pengembangan pariwisiata di Desa tersebut ialah akses jalan yang cukup baik untuk menuju tempat wisata tersebut, dan beberapa fasilitas yang dimiliki wisata tersebut seperti gazebo atau pondok tempat wisatawan bersantai menikmati keindahan alam, toilet, warung/toko. Pun, tempat sampah sehingga para wistawan tetap dapat menjaga kebersihan area tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *