Meski Musim Kemarau, Curah Hujan Masih Tinggi, Mengapa? Simak Penjelasan LAPAN

  • Whatsapp
Foto Ilustrasi: Januar/Faberta

BABEL, FABERTA — Memasuki musim kemarau, intensitas hujan justru terpantau masih cukup tinggi di beberapa daerah Pulau Jawa dan Sumatera termasuk di Provinsi Bangka Belitung. Tingginya curah hujan bahkan mengakibatkan sejumlah wilayah masih tergenang banjir.

Mengapa hujan masih turun, meski masih kemarau?

Peneliti Klimatologi dari PSTA Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Erma Yulihasti menjelaskan, hujan yang masih sering terjadi di wilayah barat Indonesia (Jawa dan Sumatera) sejak awal Juni, terjadi karena pengaruh dinamika laut-atmosfer di Samudera Hindia.

“Hujan yang masih sering terjadi di wilayah barat Indonesia (Jawa dan Sumatera) sejak awal bulan Juni terjadi karena pengaruh dinamika laut-atmosfer yang terjadi di Samudera Hindia. Dinamika ini ditunjukkan dari pembentukan Pusat tekanan rendah berupa pusaran angin yang dinamakan vorteks di selatan ekuator dekat pesisir barat sumatera dan jawa,” kata Erma mengutip dari unggahan akun Instagram Lapan, Sabtu (26/6/2021).

Menurut Erma, pembentukan vorteks yang sangat intensif di Samudera Hindia sejak awal Juni, diprediksi akan bertahan sepanjang periode musim kemarau.

“Sehingga berpotensi menimbulkan anomali musim kemarau yang cenderung basah sepanjang bulan Juli-Oktober pada tahun ini,” imbuhnya. (Faberta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *