Meski Pembelajaran Digelar Tatap Muka, Molen Tekankan Prokes Secara Ketat

  • Whatsapp

PANGKALPINANG, FABERTA —  Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di setiap tingkatan sekolah.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menyebut, hasil rapat koordinasi Pemkot bersama Forkopimda, pembelajaran harus dilakukan secara tatap muka, namun dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Bacaan Lainnya

“Dalam pertemuan itu telah disepakati pembelajaran dilaksanakan secara terbatas,” kata Molen sapaan akrabnya usai rapat koordinasi bersama Forkopimda. Senin, (12/7/2021).

Molen berharap, dengan dilaksanakan sekolah tatap muka dapat menghilangkan kejenuhan siswa, selama pandemi Covid-19.

“Tentunya agar siswa merasa nyaman saat bersekolah namun dengan cara terbatas dan dibatasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyebut, pada pelaksanaan PTM dilaksanakan dengan skema membatasi jumlah rasio siswa setiap kelas, maksimal 25 persen dari jumlah siswa.

“Rasio siswanya dibatasi, belajarnya dua jam salam satu hari. Kemudian pertemuan maksimal dalam satu minggu selama dua kali,” ujarnya.

Dalam pembelajaran PTM, akan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, kemudian harus ada persetujuan orang tua atau wali murid.

“Bagi yang tidak tatap muka bisa daring, karena kurikulum bukan target pembelajaran, kita sesuaikan atau proposional dengan situasi dan kondisi. Itu saja,” ucap Eddy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *