Meskipun SDA Melimpah, Industri RI Dinilai Masih Melempem

  • Whatsapp
ilustrasi/ist

NASIONAL, FABERTA — Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan industri di Indonesia masih kalah dengan Vietnam dan Thailand. Pasalnya, selama ini industri dalam negeri cenderung tak memberikan nilai tambah meskipun sumber daya melimpah.

Bahlil mencontohkan, salah satu industri yang seharusnya merajai adalah furniture atau mebel. Sebab, pasokan kayu yang ada sangat melimpah dan berkualitas tinggi.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, hingga sekarang industri furniture dalam negeri belum ada yang mampu menembus 10 besar pemain dunia. “Sekarang sudah kalah pembangunan industri kita antara Vietnam dan Thailand,” kata Bahlil dalam dialog virtual di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Tak hanya itu, Bahlil juga menyebut industri lain yang sebenarnya bisa menjadi jawara di panggung internasional namun masih melempem hingga saat ini. Sebut saja pertambangan yang sangat berlimpah, khususnya di wilayah Timur Indonesia dan perikanan yang sebarannya hampir merata di seluruh daerah.

“Kita pernah punya masa kejayaanya juga tambang emas tapi sampai sekarang hilirisasinya masih seperti itu (belum optimal),” kata dia.

Di sisi lain, Bahlil melihat peluang adanya potensi menjadi pemain global pada industri kendaraan listrik. Pasalnya, cadangan nikel yang ada di perut Indonesia sangat berlimpah yakni sebanyak 25 persen dari total cadangan dunia.

Adapun nikel merupakan bahan baku utama baterai lithium yang digunakan sebagai bagan bakar kendaraan listrik. “Sekarang kita ingin menjadi negara produsen terbesar untuk pembangunan baterai mobil dan kemarin saya lapor tanggal 15 September 2021 kita sudah mulai gorund breaking pembangunan pabrik LG (Consortium) yang kami teken di awal tahun 2021 sebesar USD9,8 miliar,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *