Miris! Baliho Ganjar-Mahfud di Babel Ikut Dirusak Oknum

PANGKALPINANG, FAKTABERITA — Setelah heboh pengrusakan baliho Ganjar-Mahfud oleh oknum tidak bertanggung jawab di sejumlah tanah air, kini aksi intimidasi tersebut kembali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Pengrusakan itu terjadi di sejumlah titik wilayah Pasir Putih dan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Aksi tersebut diduga dilakukan pada Senin (13/11/2023) malam.

Ketua DPC PDIP Kota Pangkalpinang, Abang Hertza menyesalkan kejadian tersebut. Menurut dia, aksi tidak bertanggungjawab itu telah merusak marwah dan citra demokrasi di tanah air.

Hertza ingin, kontes demokrasi Pilpres tahun depan menjadi ajang adu gagasan dan program untuk sama-sama memajukan Indonesia.

“Hari ini saya menyampaikan berita yang sangat tidak baik dan tidak kondusif berkaitan dengan perusakan alat sosialisasi maupun alat peraga pasangan Ganjar Mahfud. Pengrusakan baliho yang terjadi secara masif dan terstruktur di Kota Pangkalpinang sehingga hal tersebut menjatuhkan citra berdemokrasi yang baik, sehingga kami khawatir adanya intimidasi-intimidasi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Hertza, Selasa (14/11/2023).

“Terkait lokasi selain di Pasir Putih sama Pangkal Balam ada banyak beberapa titik lokasi di Pangkalpinang yang dilakukan pengrusakan dan hal tersebut sangat miris ya karena tidak terjadi kepada pasangan calon lain,” sambungnya.

Hertza berharap, tahun politik ini bisa dilalui dengan riang gembira, dengan saling menciptakan suasana tenang dan kondusifitas di tengah-tengah masyarakat, bukan malah membuat gaduh dengan cara hal-hal yang tidak dibenarkan bahkan yang melanggar hukum.

“Tadinya spanduk kami baliho kami baik-baik saja kok sekarang rusak, ada apa dengan ini begitu saya pikir ini sebuah tindakan yang sangat tidak terhormat yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,” sesalnya.

Orang nomor satu di DPRD Kota Pangkalpinang itu justru mengajak seluruh lapisan masyarakat, maupun partai politik untuk bersama menghadirkan pemilu berkualitas, karena Pemilu tahun depan adalah ajang untuk memilih pemimpin untuk membawa Indonesia lebih baik kedepannya.

“Saya berharap bahwa hal ini tidak terjadi Tidak terjadi lagi, kenapa? Ini bukti ketakutan lawan politik terhadap apa yang telah diberikan dan dilakukan secara masif oleh Ganjar Mahfud maupun tim pemenangan daerah,” kata Hertza.

“Kami sudah memasang baliho dengan baik, mensosialisasikan calon sesuai aturan, tetapi hari ini kami lihat banyak pengrusakan yang dilakukan oleh oknum sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa Pemilu kali ini tidak cukup baik-baik saja,” lanjutnya.

Terkait aksi pengrusakan tersebut, Hertza berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), maupun pihak lainnya yang berwenang dapat menindak tegas terhadap oknum yang nakal dan terus membandel. Bahkan, harus berani memberikan rekomendasi atas pelanggaran dan adanya sanksi yang berat terhadap pelakunya.

“Sehingga juga harus bergerak Bawaslu, pihak kepolisian apabila ada laporan. Saat ini kami akan melakukan koordinasi kepada pihak terkait sehingga tidak terulang kembali, kami sudah laporkan kepada pihak-pihak yang berkewenangan dalam hal ini Bawaslu, KPU bahkan mungkin pihak kepolisian sehingga kekhawatiran kami itu tidak terjadi lagi, tetapi indepedensi harus ada kami minta dalam Pemilu ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *