Momen Rudianto Tjen Makan Martabak Bareng Warga di Pinggir Jalan

BANGKA, FAKTABERITA — Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung (Babel), Ir. Rudianto Tjen dikenal sebagai wakil rakyat yang sederhana. Hal ini terlihat dari aktifitas politisi PDI Perjuangan itu yang kerap makan di pinggir jalan. Sebagaimana, momen sederhana itu terpotret saat Rudi makan martabak di pasar Belinyu bareng warga.

Momen itu terjadi di malam sehari sebelum acara gerak jalan sehat bersama PDI Perjuangan di Belinyu, beberapa pekan lalu.

Sontak saja, aktifitas wakil rakyat asal Babel itu menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas, bahkan tak sedikit warga yang sengaja berhenti agar bisa bersalaman dengan sosok yang memang terkenal dengan sikap sederhananya tersebut.

Mengenakan setelan baju batik berwarna merah, celana jeans biru, bersepatu sneakers, Rudianto Tjen sesekali berdiri melihat dan bercengkrama santai dengan sang pedagang yang sedang mengolah adonan hingga menyajikan martabaknya.

“Gimana dagangan hari ini, pak?” Rudi bertanya. “Lancar, pak” jawab pedagang diselingi senyuman kecil.

Sesekali juga, Rudi berbincang hangat dengan warga yang melintas ataupun pembeli martabak lainnya.

Di lain kesempatan, Rudi memang dinilai sebagai legislator yang memiliki perhatian tinggi terhadap pelaku usaha lokal.

Dirinya selalu mengupayakan agar UMKM di Bangka Belitung naik kelas, salah satunya memberikan wawasan bagi para pelaku usaha seperti pengemasan dan pengolahan produk.

Tak hanya itu, dalam setiap workshop, Rudi juga selalu memberikan wawasan bagaimana mengembangkan usaha dengan mengikuti perkembangan zaman saat ini, yakni bertranformasi ke digitalisasi.

Menurutnya, pelaku usaha sudah harus bisa memanfaatkan media berbasis digital sebagai wadah dalam berbisnis. Hal ini dikatakan Rudi, dalam rangka menjawab tantangan dan perkembangan era digitalisasi.

Menurutnya, ekonomi kreatif saat ini telah menjadi salah satu alternatif dalam upaya menambah penghasilan.

“Ekonomi kreatif merupakan suatu konsep yang muncul dalam era digital yang menggabungkan kreativitas, inovasi, dan keahlian dalam menciptakan nilai tambah ekonomi,” imbuh Rudi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *