Momentum Kebangkitan Demokrasi Lokal di Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025

Oleh Haliza Khoirun Nisa Ketua Umum PW IPM Bangka Belitung

OPINI, FAKTA BERITA – Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang 2025 bukan sekadar agenda elektoral, melainkan momentum berharga dalam perjalanan demokrasi lokal di Bangka Belitung. Setelah sebelumnya kota ini mencatat sejarah dengan kemenangan “kotak kosong”, kini masyarakat menantikan hadirnya pemilihan yang lebih berkualitas, bermartabat, serta benar-benar meneguhkan kedaulatan rakyat.

Hakikat pilkada bukan hanya menentukan siapa yang berkuasa, melainkan menjadi refleksi kedewasaan politik sebuah masyarakat. Karena itu, Pilkada Ulang kali ini harus dijauhkan dari praktik kecurangan. Dua hal yang paling berbahaya dan kerap mencederai demokrasi adalah politik uang dan politik identitas. Keduanya harus tegas ditolak agar pesta rakyat ini tidak kehilangan makna.

Politik uang memang menggoda, tetapi dampaknya menghancurkan. Uang yang ditukar dengan suara rakyat hanya akan melahirkan kepemimpinan yang lemah, tidak berpijak pada kebutuhan publik, dan tunduk pada kepentingan transaksional. Suara rakyat sejatinya adalah titipan nurani dan amanah moral, bukan barang dagangan yang bisa diperjualbelikan.

Sementara itu, politik identitas adalah racun yang membelah masyarakat ke dalam kotak-kotak sempit. Demokrasi bukan tentang mengunggulkan perbedaan suku, agama, atau golongan, melainkan tentang bagaimana semua warga setara dalam ruang politik, bersatu demi masa depan yang lebih baik. Pemimpin sejati tidak dinilai dari asal-usulnya, tetapi dari gagasan, integritas, serta komitmen pada keadilan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *