Mulkan-Syahbudin Sulap 22 Hektar Kawasan Kumuh Jadi Desa Layak Huni

BANGKA, FABERTA — Kabupaten Bangka tahun 2020 lalu mendapatkan alokasi dana untuk penataan skala kawasan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk Penataan Kawasan Nelayan 1 yang berada di Kelurahan Sungai Liat. Konsep penataan skala kawasan terbagi menjadi 2 segmen; segmen 1 lebih kepada kawasan wisata kuliner, ditunjang dengan fasilitas ruang publik lain seperti plaza/RTP, Ruang Baca dan jogging track yang dapat menjadi penghubung menuju Pusat Kuliner.

Konsep penataan Skala Kawasan Segmen 2 yaitu wisata budaya, adapun budaya yang diangkat adalah “Sedekah Laut” yang identik dilakukan diatas air. Sehingga dibangun plaza pertunjukan yang menjorok ke air ditunjang dengan Ruang Terbuka Publik sebagai titik kumpul untuk setiap kegiatan budaya, dan sebagainya.

Sejak 10 Maret 2021 progres pembangunan Skala Kawasan Nelayan 1, Kabupaten Bangka telah mencapai 100% dan Kegiatan ini mengurangi kumuh sebesar 22.77 Ha. Hasil kegiatan Skala Kawasan Nelayan 1 dapat memberikan beberapa manfaat bagi masyarakat Kampung Nelayan.

Dengan adanya penataan ini ruang publik fasilitas ruang publik langsung bisa dirasakan masyarakat sekitar Kampung Nelayan, salah satu yang paling nampak oleh mata adalah lingkungan Kampung Nelayan, khususnya Kampung Nelayan 1 lebih bersih dan sehat, tentunya hal ini akan berdampak dengan kesehatan warganya yang lebih baik.

Salah satu warga Kampung Nelayan 1 mengaku setelah di lakukan penataan daerah ini, aktivitas warga lebih positif, terkhususnya untuk anak – anak.

Dirinya mengatakan sekarang anak – anak bisa bermain dengan leluasa, dikarekan adanya ruang terbuka, dan jalanan yang lebih tertata dan bersih.

Berikutnya Pemerintah Kabupaten Bangka memprioritaskan penuntasan kawasan kumuh yang masih ada di Kabupaten Bangka. Salah satunya ialah kawasan Nelayan 2 Sungailiat.

Bupati Bangka, Mulkan mengaku, penataan dan penanganan kawasan kumuh ini melibatkan banyak pihak. Baik pemerintah, swasta sampai kepada masyarakat sendiri.

“Tahun 2020 lalu mendapatkan alokasi dana untuk penataan skala kawasan. Dana tersebut kita manfaatkan untuk Penataan Kawasan Nelayan 1. Kini disana sudah ada wisata kuliner, ditunjang dengan fasilitas ruang publik lain seperti plaza/RTP, ruang Baca dan jogging track yang dapat menjadi penghubung menuju pusat kuliner.” Kata Mulkan.

*Artikel ini didedikasikan untuk Award Media 3 Tahun Kepemimpinan Mulkan & Syahbudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *