FAKTA BERITA, BANGKA BARAT — Ramainya aktivitas wisata di Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, diduga berbanding terbalik dengan keresahan yang dirasakan nelayan setempat. Di tengah lalu lalang wisatawan dan aktivitas masyarakat di kawasan pantai, nelayan mengaku khawatir terhadap dugaan aktivitas penyelundupan timah yang disebut masih terjadi di wilayah laut DU-1545 Tempilang, Kamis (28/5/2026).
Pantai yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pesisir di Bangka Barat itu tampak dipadati pengunjung. Anak-anak bermain di bibir pantai, pedagang ikan bakar dan kelapa muda melayani wisatawan, sementara sejumlah warga menikmati suasana sore di kawasan Pantai Pasir Kuning.
Namun di balik suasana tersebut, nelayan menyebut kondisi laut Tempilang terus berubah dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau dulu aktivitas begitu lebih sering malam hari, sekarang siang juga masih terlihat,” ujar Ali (56), nelayan Tempilang.
Menurut Ali, kondisi laut yang semakin keruh mulai berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan. Mereka mengaku harus melaut lebih jauh dibanding sebelumnya untuk mendapatkan ikan.
“Sekarang hasil makin berkurang. Kadang biaya solar lebih besar daripada hasil tangkapan,” katanya.
Nelayan menduga adanya aktivitas pengangkutan timah secara ilegal di kawasan perairan Tempilang. Beberapa warga bahkan mengaku kerap melihat perahu keluar masuk yang dicurigai membawa muatan timah dari laut.



















