NASIONAL, FABERTA — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwomo mengatakan, neraca perdagangan Indonesia di bulan September 2021 pun mengalami surplus USD4,37 miliar. Surplus tersebut disumbang dari sektor non-migas USD5,30 miliar.
“Sedangkan di sektor migas terjadi defisit USD0,93 miliar,” kata Margo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (15/10/2021).
Margo juga melaporkan impor pada bulan September 2021 sebesar USD16,23 miliar atau naik sebanyak 40,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 (year on year/yoy). Sedangkan secara bulanan atau month to month (mtm) impor 2,67 persen dibandingkan bulan Agustus 2021.
Ia mengatakan, pada bulan September, sektor minyak dan gas atau migas turun 8,90 persen. Adapun nilai impor migas mencapai USD 1,86 miliar atau naik 59,15 persen dibandingkan September 2020.
“Sedangkan impor non-migas September 2021 senilai USD14,37 miliar, turun 1,80 persen dibandingkan Agustus 2021 atau naik 38,18 persen dibandingkan September 2020,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar September 2021 dibandingkan Agustus 2021 adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar USD122,8 juta atau 6,56 persen. Sedangkan peningkatan terbesar adalah bahan bakar mineral USD276,7 juta atau 219,54 persen.
Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga September 2021 adalah China USD39,12 miliar atau 32,07 persen, Jepang USD10,42 miliar atau 8,54 persen, dan Thailand USD6,55 miliar atau 5,37 persen.
“Impor nonmigas dari Asia Tenggara (ASEAN) USD21,33 miliar atau 17,49 persen dan Uni Eropa USD7,78 miliar atau 6,38 persen,” tukas dia.



















