Ia mendesak Kapolri bertanggung jawab penuh atas tindakan anggotanya dan menyebut sikap arogan aparat tidak bisa lagi ditoleransi.
“Kalau mengacu pada moralitas, harusnya ada self control. Tapi yang terlihat di lapangan justru seperti pelampiasan kepada massa aksi,” lanjut Handika.
Menurutnya, bila DPR dan Presiden tidak segera merespons, potensi perlawanan publik akan terus tumbuh.
“Sungguh terhenyut, tampak jelas tubuhnya terlindas mobil Brimob. Jadi apalagi yang mau diklarifikasi Polri untuk menjaga citra? Sudah saatnya hukum ditegakkan. Saya harap DPR dan Presiden Prabowo segera mengevaluasi Kapolri dan mereformasi kelembagaan Polri,” tutupnya.



















