Duh! Orang Kaya Ikut Beli, Masyarakat Miskin Makin Susah Dapat Gas Elpiji 3 Kg

  • Whatsapp
Gas Elpiji 3 kg. Ilustrasi: ist

BANGKA BELITUNG, FABERTA — Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Master menyayangkan bila kalangan orang mampu masih bisa membeli elpiji 3 kg yang seharusnya diperuntukkan kepada masyarakat miskin. Hal ini kata dia, pendistribusian gas melon dinilai tidak tepat sasaran.

“kalau kita lihat dilapangan kadang-kadang yang mengambil gas 3kg ini pake mobil dan ada juga yang menggunakan seragam PNS ini yang tidak boleh terjadi di lapangan, berarti mereka ini adalah orang yang mampu. Sebab, sesuai aturan nelayan juga berhak mendapatkan gas tiga kilo”, kata Adet, Rabu, (21/7/2021).

Oleh karena itu, adet menghimbau agar dinas dan biro terkait seperti, dinas sosial, biro ekonomi, Disperindag dan Dukcapil Babel untuk segera melakukan pendataan di setiap desa, agar porsi dan distribusi penerima elpiji 3 kg tersebut tepat sasaran.

“Untuk saat ini, penyaluran gas elpiji 3 kg masih terdapat kelangkaan di tengah masyarakat. Maka dari itu kita pengen harusnya tepat sasaran, kalau tepat sasaran berarti penerima itu adalah masyarakat yang kurang mampu, usaha mikro dan para nelayan,” ujarnya.

Ia juga meminta Disperindag untuk segera melakukan pendataan jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bangka Belitung.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat disperindag akan mendata jumlah para usaha mikro, karena usaha mikro setiap bulan harus mendapatkan sekitar 9-12 tabung. saat ini mereka hanya mendapat kan sekitar 4 tabung”, ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini rencananya, komisi II akan memanggil semua pihak, seperti BRI, Pertamina, serta dinas terkait antara lain, Disperindag, dinsos, biro ekonomi dan dukcapil, untuk menentukan berapa per KK perbulan dan tabung yang akan didapatkan oleh masyarakat dan menentukan harga eceran tertinggi (HET).

“Nanti kita rembukkan untuk menentukan berapa per KK perbulan dan tabung yang akan didapatkan oleh masyarakat. agen ke pangkalan, pangkalan ke konsumen, karena kita ini banyak juga konsumen yang berada di dusun-dusun ini juga harus ditentukan HET nya, Kedepan akan kita putuskan”, jelas Adet

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *