Pandemi Sulit Diprediksi, Luhut Minta Industri Kesehatan Tingkatkan Ketahanan Produk Lokal

  • Whatsapp
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Instagram @luhut.pandjaitan/ist)

NASIONAL, FABERTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta industri kesehatan dalam negeri untuk meningkatkan ketahanan dan kemandiriannya dari produk-produk asing. Pasalnya, ia memprediksi pada masa depan penyakit dan peningkatan pandemi akan terus berkembang.

Luhut menjelaskan, ketahanan dan kemandirian industri kesehatan akan menjadi salah satu perhatian pemerintah. Proses adaptasi industri ini dalam meningkatkan kapasitas produksi pun dituntut agar dilakukan dalam waktu cepat.

Bacaan Lainnya

“Enam tren global yang kini terus berjalan harus kita antisipasi kedepannya, sehingga ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan harus kita bangun bersama. Kita tidak mampu memprediksi berbagai pandemi yang akan terjadi kedepannya,” kata Luhut melalui keterangannya, Senin (30/8/2021).

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini juga menjadi pemantik bagi seluruh sektor untuk meningkatkan kemampuan ketahanan kesehatan bangsa Indonesia. Sebab, hingga sekarang industri kesehatan dalam negeri masih memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor.

“Bahan baku kesehatan banyak yang tersedia di Indonesia walaupun tidak 100 persen, jadi kita harus bekerja sama dengan baik dalam membicarakan hal ini, tetapi ditekankan sekali lagi. Kita jangan impor 100 persen bahan baku dari luar,” kata dia.

Luhut lantas mencontohkan ekspor jarum suntik sekali pakai pada 26 Agustus 2021. Dia menekankan model bisnis seperti itu mampu dicontoh oleh industri dalam negeri yang lainnya.

Untuk meningkatkan produksi dalam negeri, kata dia, perubahan mindset harus ditekankan demi terlepasnya ketergantungan terhadap bahan baku impor. Pandemi memberikan banyak pelajaran untuk mengencangkan seluruh sektor kesehatan dalam negeri.

“Kita juga harus mengendalikan impor alat kesehatan yang semakin tinggi, juga menekankan regulasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) demi meningkatkan bahan baku obat di Indonesia. Mungkin kita bisa membuat hingga 55 persen agar semua bisa dari dalam negeri,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar