PDI-P Babel: Gotong Royong Jadi Modal Kader Untuk Terus Bantu Warga

DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung. Foto: Rais Abdillah

PANGKALPINANG, FAKTABERITA — Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya terus mengajak kadernya terus memelihara dan menjaga budaya gotong royong. Menurutnya, sikap gotong royong harus menjadi modal utama kader terjun ke lapangan untuk selalu membantu masyarakat.

“Mari kita jadikan gotong royong selalu menjadi sikap yang diimplementasikan oleh kader di lapangan untuk terus membantu masyarakat kecil. Karena partai mengajarkan bahwa gotong rotong merupakan budaya, tradisi dan karakter yang melekat dalam diri masyarakat Indonesia,” kata Didit, Sabtu (14/5/2022).

Bacaan Lainnya

Sebagai bentuk kearifan lokal, lanjut Didit menjelaskan bahwa, budaya gotong royong mampu menjadi wadah aktualisasi gerakan di tengah masyarakat, bahkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Gotong royong bukan hanya jiwa bangsa, namun sekaligus modal sosial dalam menghadapi berbagai rintangan dan hambatan di masa depan,” imbuh mantan Ketua DPRD Bangka Belitung tersebut.

Selain itu, Didit mengajak komponen masyarakat bersatu menanamkan semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian, kekeluargaan untuk menguatkan integrasi sosial masyarakat.

“Karena dalam sikap gotong royong itu terdapat makna yang sangat dalam, bahwa gotong royong didasarkan atas semangat kebersamaan yang lahir dari rasa senasib dan sepenanggungan,” tegas dia.

Lebih lanjut, Didit juga meminta kepada kader untuk selalu bergerak membantu masyarakat tidak hanya di masa Pemilu. Dirinya ingin, semua program kerakyatan partai bisa terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Negeri Serumpun Sebalai.

Di antaranya kata Didit, program kerakyatan pembagian beras untuk masyarakat tidak mampu dari Puan Maharani yang merupakan kader PDI Perjuangan.

“Jangan sampai kita sebagai partai politik dinilai masyarakat hanya bergerak di masa-masa pemilihan umum. Mari kita tunjukkan, bahwa kita diajarkan oleh partai tak kenal masa dan waktu untuk membantu masyarakat, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Ibu Puan Maharani sebagai kader PDI Perjuangan,” kata dia.

“Hal itu telah membuktikan bahwa PDI Perjuangan akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, tertawa dan menangis bersama rakyat,” tegas Didit Srigusjaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.