Pedagang Pasar Induk Pasir Putih Pangkalpinang Keluhkan Sepinya Pembeli Jelang Iduladha

Pantauan Fakta berita. H-1 jelang Idhuladha 1445 H. Pasar Induk Pasir Putih sepi aktifitas jual beli. Pangkalpinang, Minggu (16/6/2024). Foto: Januar (faberta)

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Menjelang hari raya Iduladha 1445 H, Pasar Induk Pasir Putih di Pangkalpinang terpantau sepi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Aktivitas jual beli terlihat sedikit, dan pasar lebih banyak dipenuhi oleh kendaraan yang berlalu-lalang daripada pembeli. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pedagang yang bergantung pada momen ini untuk meningkatkan penjualan mereka.

 

Desi (45), seorang pedagang ketupat di Pasar Induk Pasir Putih, mengungkapkan bahwa penurunan aktivitas ini sudah berlangsung sejak kemarin, terutama berdampak pada dagangannya.

Desi (45) sedang merapikan dagangannya di Pasar Induk Pasir Putih Pangkalpinang. Minggu, (16/6/2024). Foto: Januar (Faberta) 

 

“Biasanya dalam sehari saya bisa mengantongi satu juta rupiah, tetapi dari kemarin saya hanya mendapatkan 400.000 rupiah,” kata Desi pada Minggu (16/6/2024).

 

Untuk menarik lebih banyak pembeli, Desi telah menurunkan harga kulit ketupat kosong dari biasanya 15.000 menjadi 10.000 rupiah. Namun, langkah ini tampaknya belum berhasil meningkatkan penjualan.

 

“Kami juga tidak tahu mengapa bisa sepi seperti ini, teman-teman pedagang lainnya juga mengalami hal yang sama. Padahal, kami sudah menurunkan harga,” jelas Desi dengan nada prihatin.

Salah satu pedagang sedang membuat kulit ketupat di Pasar Induk Pasir Putih, Minggu (16/6/2024). Foto:Januar (Faberta) 
Foto: Januar (Faberta)

 

 

Senada dengan Desi, Agung (31), pedagang bumbu giling di pasar yang sama, juga mengalami penurunan omzet yang signifikan.

 

“Hampir setengah mungkin omzet turun, biasanya jam 12 siang kami sudah mulai beres-beres untuk tutup, tapi kemarin kami sampai sore baru tutup dan itu pun tidak habis,” ungkap Agung.

 

Penurunan aktivitas di Pasar Induk Pasir Putih ini diduga disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi yang sedang menurun di Bangka Belitung. Dengan daya beli masyarakat yang rendah, banyak orang mungkin mengurangi pengeluaran untuk belanja kebutuhan menjelang Iduladha.

 

Di tengah kondisi ini, para pedagang berharap situasi bisa segera membaik. Mereka menginginkan agar pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan solusi atau bantuan yang dapat meringankan beban mereka, terutama menjelang momen-momen penting seperti Iduladha.

 

Meski demikian, beberapa pedagang tetap berusaha untuk menarik pembeli dengan memberikan diskon dan menawarkan produk-produk dengan harga lebih murah. Namun, mereka mengakui bahwa tantangan yang dihadapi saat ini cukup berat dan memerlukan solusi jangka panjang untuk mengatasinya.

 

Dengan kondisi yang tidak menentu ini, para pedagang di Pasar Induk Pasir Putih tetap berharap agar di hari-hari mendatang, terutama menjelang hari raya Iduladha, situasi pasar bisa kembali normal dan ramai oleh pembeli seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *