PANGKALPINANG, FAKTA BERITA — Pemerintah Kota Pangkalpinang menindaklanjuti laporan warga terkait bau tidak sedap yang sempat dikeluhkan berasal dari aktivitas kandang sapi di kawasan Ampui. Persoalan tersebut kini telah dibahas dalam rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan penanganan yang tepat dan terukur.
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Sekda, Senin (8 Juni 2026), dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, serta dihadiri Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Samri.
Dalam penjelasannya, Samri menyebutkan bahwa lokasi yang menjadi sorotan warga sejatinya bukan peternakan permanen, melainkan tempat transit atau karantina sementara sapi sebelum dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH).
Aktivitas peningkatan jumlah sapi sempat terjadi saat momen Lebaran, namun saat ini seluruh hewan ternak tersebut telah dipindahkan dan dipotong, sehingga kondisi kandang sudah kembali kosong.
“Sekarang sudah tidak ada lagi sapi di lokasi. Waktu Lebaran memang sempat terjadi peningkatan jumlah, tapi saat ini sudah bersih,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sisa aroma yang tertinggal dari aktivitas sebelumnya. Pemerintah juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat penolakan signifikan dari masyarakat sekitar terkait keberadaan kandang tersebut.
“Selama ini tidak ada komplain yang berarti dari warga. Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” tambahnya.



















