Pemprov Hutang ke SMI Rp240 M, DPRD Babel Tekankan Aspek Manfaat Bagi Masyarakat

  • Whatsapp
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi/Faberta

BABEL, FABERTA — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bakal terus mengawasi penggunaan pinjaman dana tanpa bunga oleh Pemprov Babel kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp240 Miliar.

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi menegaskan bahwa dana tersebut harus memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, terkhusus masyarakat di Negeri Serumpun Sebalai.

Bacaan Lainnya

“Controlingnya yang akan kami tingkatkan, fungsi kontrol kami kita akan melihat sebagai catatan apakah memang pinjaman itu azas manfaatnya itu besar atau memang kita lebih baik tidak meminjam atau bagaimana akan tetapi ini sudah terjadi dan telah masuk ke dalam APBD tahun 2021 dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Herman kepada Faktaberita.co.id, Senin (31/5/2022) lalu.

“Uang yang kita dapat dari pinjaman walaupun tanpa bunga itu memang harus kita pergunakan sepenuhnya untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ekonomi masyarakat Bangka Belitung,” sambungnya.

Sebelumnya, Herman menyebutkan bahwa Fraksi PDI Perjuangan tidak sepakat terkait pinjaman tersebut. Pasalnya, pinjaman itu akan dibayarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Babel tahun anggaran 2022 dan 2023. Setiap tahunnya akan dipotong Rp120 Miliar.

Kendati demikian, lanjut Herman, pinjaman tetap dilakukan karena dalam pelaksanaannya tidak membutuhkan persetujuan pihak DPRD.

“Pinjaman tanpa bunga itu memamg awalnya Fraksi PDI Perjuangan tidak sepakat tidak sependapat dengan Pemprov dalam hal kita melakukan pinjaman, karena itu di tahun depan 2022 itu kita sudah mulai membayar dan DAU kita akan terpotong sekitar 120 M karena pinjaman 240 M itu akan dibayar dua kali tahun anggaran,” kata Herman.

Dengan dipotong DAU tahun 2022 dan 2023, Herman menambahkan bahwa pihak Pemprov maupun DPRD Babel harus ekstra kerja keras di dalam menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan belanja daerah seiring berkurangnya DAU.

“Oleh karena itu, ini kerja keras ke depan di tahun anggatan 2022 dan 2023 di mana kita harus menyusun anggaran itu yang tentunya di awal saja kita tahu akan berkurang 120 Milyar karena dipotong pinjaman SMI itu,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *