Penambahan Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Bangka Barat Bakal Terapkan PPKM Mikro

  • Whatsapp

MUNTOK, FABERTA — Penularan kasus Covid-19 masih cukup tinggi di kabupaten Bangka Barat dengan penambahan kasus positif baru sebanyak 47 orang per hari ini, Rabu (21/4/2021) sehingga total kasus positif di daerah itu kini di angka 859.

Kurva penularan covid-19 yang kini cenderung naik membuat Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat mulai berpikir untuk memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro dengan harapan dapat menekan penularan.

Bacaan Lainnya

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma, menjelaskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro ini berdasarkan edaran Kemendagri Nomor 9 tahun 2021 yang isinya menginstruksikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama 24 provinsi lainnya menerapkan PPKM Mikro serta pengoptimalan Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

Untuk di Bangka Barat, PPKM mikro diterapkan di skala desa yang dalam seminggu terakhir terjadi penambahan di atas 10 kasus positif.

“Jadi testing masif, tracking dan memaksimalkan peran kewilayahan yang diinisiasi pihak desa dan Satgas Kecamatan diturunkan ke desa,” kata Putra di Muntok, Rabu (21/4).

Putra memastikan nantinya peran desa serta posko penanganan covid-19 akan dimaksimalkan.

Disamping itu, kerja sama di level masyarakat diharapkan saling membantu untuk menekan laju pandemi virus corona.

Bagi warga yang tidak terpapar Covid masih dapat melakukan aktivitasnya seperti biasa, namun bagi yang positif harus dikarantina mandiri secara ketat.

“Yang bersangkutan juga harus mengurangi interaksi dengan orang luar, tetapi tetangga juga harus support,” ujar dia.

Selain PPKM mikro, langkah strategis lainnya yang akan ditempuh yakni mengadakan wisma karantina di desa dan kecamatan serta pengaktifan kembali posko yang ada.

Menurut Putra, ada delapan desa/kelurahan di Bangka Barat yang dapat dikategorikan rawan Covid-19, yaitu Kelurahan Sungai Daeng, Desa Belo Laut, Kundi, Sekar Biru, Jebus, Tempilang, Mislak dan desa Ranggi Asam.

Dia menilai, kasus Covid aktif banyak terjadi di pedesaan. Karena itu untuk mencegah meluasnya penularan, pihaknya melakukan isolasi ketat.

“Harapannya semua kompenen dari Provinsi sampai desa bergerak bersama bersinergi dalam mengendalikan ini, ketika bersinergi Insya Allah target kita dalam dua bulan ini kurva penurunan kasus akan bisa terjadi,” sebut dia. (F

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *