Pencalonan Ulangnya di Pilkada Pangkalpinang Picu Pro-Kontra, Tapi Molen Tetap Jadi Figur Harapan Warga

Maulan Aklil atau Bang Molen sedang melayani oermintaan salah satu warga untuk Berfoto bersama. Mernurut warga sosok Molen adalah pemimpin yang dekat dengan warga tanpa ada sekat. (Dok)

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Suhu politik di Kota Pangkalpinang mulai menghangat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2025. Nama Maulan Aklil atau yang akrab disapa Bang Molen kembali mencuat sebagai salah satu kandidat kuat calon Wali Kota Pangkalpinang periode 2025–2030.

Meskipun jumlah baliho dan spanduk Bang Molen tidak sebanyak kandidat lainnya yang mulai menghiasi sudut-sudut kota, kehadiran sosok mantan wali kota Pangkalpinang periode 2018–2023 itu tetap menjadi perhatian publik. Bang Molen dikabarkan tengah menunggu surat rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan—partai yang sebelumnya mengusungnya dalam pilkada periode pertama.

Bacaan Lainnya

Rencana pencalonan ulang Bang Molen memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sebagian besar warga menyambut hangat dan antusias, mengingat rekam jejak kepemimpinannya yang dinilai dekat dengan masyarakat dan banyak menelurkan program-program pro-rakyat.

“Pak Molen dulu banyak mendukung kegiatan pelatihan dan pemberdayaan usaha kecil. Kami para pedagang merasa diperhatikan, bukan cuma dijanjikan,” ujar Wati (39), pedagang di kawasan pusat Kota Pangkalpinang. Senin (16/6/2025).

Wati mengaku, selama masa kepemimpinan Bang Molen, program bantuan usaha mikro berjalan dan menyentuh kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Dukungan juga datang dari kalangan pekerja harian dan ojek daring yang mengaku merasakan langsung gaya kepemimpinan Molen yang terbuka dan egaliter.

“Selama Bang Molen menjabat, ruang dialog itu ada. Kadang beliau langsung turun ke lapangan, bukan hanya duduk di kantor. Itu yang bikin kami merasa dekat,” ungkap Soleh, salah satu warga Pangkalpinang. Senin (16/6/2025)

Di kalangan anak muda, nama Bang Molen juga masih memiliki daya tarik. Seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bangka Belitung mengatakan, selama kepemimpinan Molen, program-program untuk pemuda tidak hanya simbolis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *