“Kami pernah dilibatkan dalam pelatihan digital marketing untuk UMKM kampus. Itu pengalaman yang sangat berarti,” kata Mona (20), mahasiswa yang aktif di kegiatan kewirausahaan. Senin (16/6/2025).
Namun demikian, suara-suara kritis terhadap rencana pencalonan ulang Bang Molen juga bermunculan. Sebagian warga menilai, Kota Pangkalpinang membutuhkan sosok pemimpin baru yang bisa membawa gaya kepemimpinan segar dan lebih berani.
“Saya tidak bilang beliau gagal, tapi kota ini perlu pemimpin baru dengan visi dan keberanian berbeda,” ujar seorang pensiunan PNS. Senin (16/6/2025)
Kritik lainnya datang dari kalangan perempuan dan kelompok akar rumput yang merasa belum cukup terwakili selama Molen menjabat. Mereka berharap ke depan, wali kota terpilih bisa lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat kecil.
“Kami ingin pemimpin yang terbuka, yang cepat tanggap terhadap keluhan dari bawah,” ungkap seorang tokoh warga di Kecamatan Gerunggang. Senin (16/6/2025).
Meskipun perbedaan pendapat mewarnai dinamika demokrasi di kota ini, nama Bang Molen tetap menjadi salah satu figur yang paling banyak dibicarakan di warung kopi, pasar, hingga media sosial.
Pendekatannya yang membumi, jejak program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, dan kedekatannya dengan warga membuat banyak kalangan masih memandangnya sebagai kandidat yang relevan untuk memimpin Pangkalpinang kembali.
Kini, publik menanti keputusan resmi DPP PDI Perjuangan terkait siapa yang akan diusung dalam Pilkada 2025. Namun yang pasti, Bang Molen telah kembali menjadi pusat pembicaraan di tengah masyarakat Pangkalpinang.



















