Pengamat Bilang Percuma PPKM, Kalau Masyarakatnya Masih Ngeyel

  • Whatsapp

BANGKA BELITUNG, FABERTA — Pengamat kebijakan publik asal Provinsi Bangka Belitung (Babel), Jumli Jamaludin mengatakan, kebijakan pemerintah terkait PPKM akan menjadi hal yang sia-sia ketika masyarakatnya masih abai terhadap prokes dan tidak memiliki kesadaran yang tinggi.

“Kesadaran masyarakat juga harus perlu ditingkatkan juga terutama untuk mematuhi protokol kesehatannya. Karena percuma saja kalau diterapkan berbagai aturan tapi masyarakatnya tetap abai (prokes_red), kesadarannya masih kurang bahkan masih ada juga masyarakat yang pro kontra masalah Covid ini, ada yang percaya adanya covid ini, ada juga yang tidak percaya, tapi saya rasa dominan lebih banyak percayanya,” katanya, Minggu (8/8/2021).

Bacaan Lainnya

Tak heran, kata Jumli, meski Babel menerapkan aturan PPKM terutama level 4 tapi angka kasus-19 tetap naik dan belum bisa dikendalikan. Pasalnya, masih banyak masyarakat enggan memeriksakan kondisi kesehatannya. Bahkan, ketika sudah terpapar masyarakat tetap menutup diri.

“Sekarang ini kan pandemi ini virus Covid ini sudah dalam bentuk-bentuk varian terbaru jadi memang agak kesulitan pemerintah untuk mendekteksi itu terutama banyak masyarakat yang tidak mau dilakukan swab ataupun PCR, jadi yang terpapar itu tidak menginformasikan kepada masyarakat,” katanya.

“Namun data pemerintah kan justru ada peningkatan. nah ini lah yang penyebaran covid yang tidak diketahui masyarakat itu sendiri ketika dilakukan tracing oleh pemerintah atau ketika mau minta surat keterangan ternyata hasilnya positif. nah ini saya kira pemerintah selain melaksanakan secara sungguh-sungguh, masyarakatnya juga harus memiliki kesadaran untuk mematuhi prokes itu sendiri,” tambahnya.

Oleh karenanya, Ketua LP5 Babel itu meminta pemerintah agar menggencarkan sosialisasi maupun edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat soal prokes maupun pelaksanaan PPKM itu sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan berbagai lembaga organisasi kemasyarakatan agar lebih maksimal.

“Saya kira semua pihak dalam hal ini pemerintah sangat perlu menggandeng pihak-pihak lainnya, lembaga-lembaga lain, misalnya termasuk lembaga organisasi kemasyarakatan gencar dilibatkan dalam hal memberikan informasi dan juga memberikan semacam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Jumli.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *