Penyidik Polres Pangkalpinang Menangkan Sidang Kasus Tanah Warga yang Diklaim PT DAK dan Perkapalan Air Kantung

  • Whatsapp
Susana persidangan yang berlangsung hingga tengah malam. (Ist)

PANGKALPINANG, FABERTA — Penyidik Satreskrim Polres Pangkalpinang dipimpin olek Kasat Reskrim AKP Adi Putra berhasil memenangkan sidang kepemilikan ranah milik warga yang diklaim PT DAK dan Perkapalan Air Kantung yang berlangsung pada Kamis, (27/5/2021) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang sekaligus kuasa penuntutan, AKP Adi Putra mengatakan, berdasarkan laporan Polisi Nomor: LP/B-54/II/2021/SPKT RES PKP tanggal 15 Februari 2021, sidang ini merupakan penyelesaian kasus tindak pidana yang tertuang Pasal 6 ayat ke (1) huruf b Perpu No. 51 tahun 1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa ijin yang berhak atau kuasanya.

“Kasus ini merupakan laporan serta tuntutan Syahrial (pelapor) yang mengklaim adanya dugaan tindak pidana penggunaan bidang tanah miliknya yang berlokasi di Jalan Tambak Udang, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang, oleh PT DAK dan Perkapal Air Kantung tanpa izin,”ujarnya, Sabtu (29/5/2021).

Lanjut Kasat Reskrim, tuntutan tersebut dibuktikan oleh pelapor dengan adanya tiga patok yang diklaim milik PT DAK dan Perkapalan Air Kantung dan satu plang warna biru yang telah tertanam di bidang lahan miliknya dengan tulisan “tanah ini dibawah pengawasan kantor Advokat Chandra Marpaung dan Partners”

“Dalam kasus ini, PT DAK dan Perkapalan Air Kantung mengklaim sebagai pemegang hak terhadap bidang tanah tersebut, sedangkan pelapor mempunyai bukti kuat dengan memiliki alat bukti berupa 1 sertifikat Hak Guna Bangunan No. 03736 daftar Isian 307 No. 12891/2020 Daftar Isian No. 208 No. 7616/2020 tanggal 21 Desember 2020,”ungkapnya.

Dengan bukti tersebut, dalam perkara persidangan tindak pidana ringan (Tipiring) yang berlangsung pada Kamis (27/5/2021) dari 11.30 sampai dengan 23.10 WIB tersebut, akhirnya terdakwa Ahmad Dani selaku direktur utama PT DAK dan Perkapalan Air Kantung diputuskan bersalah dengan hukuman kurungan 10 hari atau percobaan selama satu bulan.

“Alhamdulillah perkara ini telah selesai dengan putusan sidang Hakim yang menetapkan bahwa terdakwa Ahmad Dani terbukti secara sah bersalah karena melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf b Perpu No. 51 Tahun 1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya Jo Pasal 1 UU RI No 1 tahun 1961 tentang penetapan semua UU darurat dan semua peraturan pemerintah pengganti UU yang sudah ada sebelumnya tanggal 1 Januari 1961 menjadi UU, dengan hukuman yang sudah ditetapkan”terang AKP Adi Putra.

Dengan menangnya sidang ini, Kasat Reskrim juga turut mengucapkan rerima kasih kepada semua pihak yang tak lelah mendukung terkhusus rekan-rekan Tipidter hingga berakhirnya sidang dengan putusan hakim yang mengabulkan tuntutan penyidik. (Faisal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *