Penyinyir Molen Pakai Jurus Serbu alias Serangan Budu

Kurniadi Ramadhani (foto: istimewa)

PANGKALPINANG, FAKTABERITA – Mendekati masa kontestasi Pilkada Serentak 2024, suhu politik mulai meninggi di Kota Pangkalpinang. Serangan bertubi-tubi dilancarkan para pihak yang ditujukan kepada Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil.

Dalam amatan aktivis sosial Kurniadi Ramadhani, berbagai serangan berupa kritikan yang saat ini dilontarkan beberapa orang kepada Maulan Aklil, jauh dari kesan kritikan intelektual. Lebih terlihat bernuansa destruktif alias nyinyiran.

Bacaan Lainnya

“Lihat saja narasi-narasi yang dilontarkan. Dominan nyinyiran,” ujar dia, Rabu (14/6/2023).

Bila mengacu dari pola, Dhani menilai serangan cenderung sporadis. “Kalau saya lihat, itu pokoknya asal serang, asal nyinyir, asal ngatain orang,” ujar dia.

Tak bisa dipungkiri, dilihat dari makin dekatnya tahun 2024, Dhani menegaskan kalau nyinyiran itu erat kaitannya untuk kepentingan ajang politik di tahun depan itu. “Kalau ada keinginan suksesi 2024, harusnya membangun jatidiri masing-masing, bukan menjatuhkan orang lain. Naikkan citra diri sendiri, jangan jatuhkan dan hinakan orang lain,” tutur dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *