Pernyataan Bupati Bangka Tengah Tentang PPDB Dianggap Blunder

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah Apri Panzupi (istimewa)

BANGKA TENGAH, FAKTABERITA — Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah Apri Panzupi menegaskan pernyataan Bupati Bateng Algafry Rahman tentang penambahan Rombongan Belajar di SMA/SMK Koba blunder (kesalahan).

Menurut Apri, pernyataan itu hanya dilontarkan Bupati Bangka Tengah secara lisan. Namun secara tertulis belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Cukuplah Bupati Bangka Tengah yang kami anggap blunder, yang mengatakan bahwa Hore SMA 1 Koba tambah satu rombel per 27 Juli kemarin atau hari Kamis,” kata Apri, Senin (31/7/2023).

Apri menjelaskan, adanya pernyataan dari orang nomor satu di Bangka Tengah, dirinya langsung menanyakan langsung kepada kepala dinas Pendidikan terkait kebenarannya.

“Hari Jum’at saya telfon kepala sekolahnya pak kami belum terima izin dari Dinas Pendidikan emak-emak ini kan resah apalagi yang berstetment itu Kepala Daerah pimpinan tertinggi kami di Bangka Tengah,” ujarnya.

Apri menambahkan, kalau memang benar statmen yang dilontarkan Bupati Bangka Tengah ini, orang tua murid tidak akan melakukan aksi damai di halaman kantor DPRD Bateng.

“Jadi mereka menanyakan kepada kami yang Qodarollah ikut membersamai emak-emak ini dari awal berbicara statment Bupati ya mungkin nanti suatu saat ada baiknya kita tanyakan kepada beliau klarifikasi untuk memberikan jawaban. Sebetulnya kalau statment itu didukung dengan data kami tak perlu hadir kesini aksi hari ini menandakan belum ada kejelasan termasuk hari ini,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *