Perputaran Uang BUMN Melebihi APBN, Selisih Rp200 Triliun

  • Whatsapp
Perusahaan BUMN. Foto: Ilustrasi/ist

NASIONAL, FABERTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan hingga saat ini perputaran uang pada perusahaan negara nilainya menembus angka Rp1.800 triliun. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN yang hanya Rp1.600 triliun.

Erick menyebut, dengan pencapaian Rp200 triliun lebih besar dari APBN cukup membuat BUMN menanggung beban besar. Sabab, dari uang itu harus dapat menggerakkan kembali ekonomi dan lapangan kerja yang saat ini tengah terpukul pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Perputaran uang di BUMN Rp1.800 triliun, kalau dibandingkan APBN Rp1.600 triliun atau lebih besar Rp200 triliun. Saya ingin mengekspresikan bahwa ini lebih besar bukannya menjadi kita arogan dan jumawa tapi ini beban di punggung kita yang sangat besar,” kata Erick dalam dialog virtual di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, dengan banyaknya perputaran uang pada perusahaan pelat merah harus menjadikannya motivasi. Sebab, perusahaan negara menjadi lokomotif ekonomi di saat pendapatan negara berkurang.

Tak hanya itu, melalui kerja keras BUMN, kata Erick, harus ada pendapatan yang berlanjut untuk negara. Hal ini didapat melalui pembayaran pajak, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan deviden.

“Jadi kita penting sebagai korporasi harus menjadi driver lokomotif ekonomi ketika pendapatan negara sangat berkurang,” kata dia.

Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu menambahkan, beban berat lainnya yang harus dicapai Kementerian BUMN yakni memastikan keberlanjutan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah merebaknya wabah. Hal ini lantaran selama terjadinya krisis ekonomi, usaha kerakyatan selalu menjadi tulang punggung.

Sedangkan di tengah merebaknya wabah, kata Erick, tulang punggung ekonomi justru terpukul paling dalam akibat adanya kebijakan pembatasan untuk memutus mata rantai penyebaran virus. “Kalau dulu di krisis 1998 di mana UMKM menjadi tulang punggung, tapi hari ini tulang punggungnya kena. Data-data sudah terlihat, tabungan makin tinggi berarti yang besar makin besar yang kecil makin kecil,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *