JAKARTA, FAKTABERITA — Pemuda Ekonomi Syariah (PES) mengadakan kegiatan bertajuk ‘Syariah Economic Outlook 2022, Challenge and Prospect’ di Batik Kuring, SCBD, Jakarta, Rabu (15/12/2021).
Dalam acara, PES sedikit banyaknya membahas terkait tantangan yang dihadapi sektor ekonomi secara umum dan sektor ekonomi dan keuangan syariah secara khusus akibat adanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 yang dipercaya memberikan dampak cukup signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi saat ini dan dimasa yang akan datang.
Ketua Umum PES, M. Faizin mengatakan, perkembangan ekonomi syariah pada satu sisi melahirkan kegembiraan atas optimisme masa depan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi alternatif.
“Ekonomi syariah bukan hanya sektor perbankan melainkan bisa masuk ke semua sektor dengan menciptakan ekosistem ekonomi syariah dengan tetap berada dalam aturan atau sistem syariah,” kata Faizin dalam keterangan yang diterima Faktaberita, Rabu (15/12).
Faizin menerangkan, perkembangan ekonomi syariah tidak boleh hanya bertumpu pada sektor keuangan, namun perlu penguatan pada sektor riil sehingga menghadirkan tantangan baru untuk peningkatan kualitas, peluang, tantangan, dan ekspektasi ke depan.
Lanjut ia menambahkan, serta strategi dan rekomendasi yang terdiri dari klaster makro ekonomi, keuangan komersial islam, keuangan sosial islam, produk dan keuangan Syariah serta industri halal dan haji di Indonesia.



















