Petani Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Beltim Bawa 3 Truk Sawit Busuk

BELITUNG TIMUR, FAKTABERITA —  Buntut tidak lakunya Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Belitung Timur, sekitar 300 ratus petani sawit mendatangi kantor Bupati Belitung Timur guna menyampaikan aspirasi.

Bentangan spanduk berupa tulisan tuntutan mereka terpampang di depan para pejabat daerah, tak hanya itu tiga unit truk berisikan buah sawit tidak laku terjual juga dibawa mereka di halaman depan Kantor Bupati.

Bacaan Lainnya

Kordinator lapangan, DPD Asosiasi Petani Sawit Indonesia Belitung Timur, Dwi Nanda Putra saat berorasi menyampaikan keluhan yang dialami petani sawit selama tiga minggu ini.

Mereka terpaksa membiarkan TBS sawit miliknya membusuk karena perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Beltim, tidak mampu lagi menampung hasil panenan perkebunan sawit mereka.

“Kami tahu kebijakan ada di pemeritah pusat, namun kami rasa reel (cara) agar aspirasi kami sampai ke RI 1 melalui pemerintah kabupaten Belitung Timur dalam hal ini Pak Bupati,” ucap Nanda putra, Selasa (17/5/2022).

Adapun tuntutan para petani sawit Belitung Timur meminta Presiden Joko Widodo mencabut larangan ekspor CPO dan turunnya presiden pada tanggal 28 April 2022 lalu.

“Dampaknya sangat kami rasakan pasca lebaran Idul fitri lalu, kami sangat berharap sekali kebesaran hati Pak Jokowi tolong segera mungkin akhiri, karena kalau alasannya harga minyak goreng, harga minyak goreng tetap tidak turun, sementara sementara sawit tidak laku dimana korelasinya,” ujarnya.

Kedatangan para petani tersebut disambut langsung oleh Bupati Belitung Timur, Burhanudin didampingi Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar berserta instasi terkait lainnya.

Burhanudin menyampaikan sudah mengkonsep surat bersama dengan jajarannya, rencananya pada Rabu (18/5) akan disampaikan kepada Presiden RI, DPR RI dan Kementrian Perdagangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *